Golkar Dikerjain, Risman Pasigai Tuding KPK Tebang Pilih

Suriadi
Suriadi

Jumat, 31 Agustus 2018 21:09

Risman Pasigai Juru Bicara Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Muzadkkar,
Risman Pasigai Juru Bicara Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Muzadkkar,
TROTOAR. ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dituding tebang pilih dalam penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah politisi.

Dalam beberapa kasus belakangan, KPK seperti ikut “bermain” untuk menjatuhkan partai beringin. Buktinya, beberapa politisi beringin ditersangkakan dalam kasus berbeda, seperti E-KTP dan dugaan suap PLTU Riau-1 yang terkesan tendensius.

Sementara, beberapa politisi dari partai politik lain tak pernah disentuh, terutama dari internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang terkesan di anak emaskan.

Manta Ketua Dept Kemaritiman DPP Partai Golkar, Risman Pasigai, mengatakan hal itu saat ditemui di Sekretariat DPP Golkar di Jakarta, Jumat (31/8/2018).

“Apalagi mendekati Pemilu 2019, elektabilitas Partai Golkar sedang naik. Bahkan bagi lawan politik itu adalah ancaman. Karena itu saya yakin jika Golkar sedang dikerjai dengan menggiring opini bahwa Golkar dihuni koruptor. Menurut saya, inilah kelakuan politik yang tidak patut ditiru. Publik tahu siapa yang sedang berkuasa, sehingga sudah dapat ditebak parpol mana yang dianakemaskan dan dilindungi,” ungkap Risman.

Risman lalu menantang KPK untuk turut mengusut dugaan keterlibatan politisi PDIP yang diduga terlibat dalam kasus E-KTP dan dugaan korupsi lainnya.

Menurut Risman, beberapa politisi PDIP yang santer disebut di media terkait E-KTP yakni Yasonna Laoly dan Ginandjar. Puang Maharani , Pramono Anung yang secara terang di sebut oleh Setya Novanto, Dalam kasus ini, belum lagi kasus BLBI yang di duga melibatkan Megawati kata Risman, KPK terkesan sengaja ingin melindungi dan ikut memainkan peran penguasa untuk menjatuhkan Partai Golkar.

“Kita sepakat korupsi diberantas tapi harus obyektif dengan cara-cara yang elegan. Bukan bertindak menjadi perpanjangan tangan untuk mengikuti kemauan atau bekerja atas dasar pesanan. Harapan kami di Golkar, paling tidak KPK bertindak adil dan bekerja secara profesional,” bebernya.(rilis)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro22 April 2026 15:07
Gubernur Andi Sudirman Dorong Percepatan Infrastruktur Sulsel Saat Temui Menteri PU
JAKARTA, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan audiensi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, di...
Daerah22 April 2026 15:03
Bupati Luwu Serahkan Santunan Rp223,5 Juta kepada Keluarga Nelayan Bone Pute
LUWU, Trotoar.id — Bupati Luwu, Patahudding, menyerahkan santunan kecelakaan kerja kepada keluarga almarhum Yunus, nelayan asal Kelurahan Bone Pute,...
Politik22 April 2026 13:59
Erwin Aksa dan Bahlil Lahadalia Tunjukkan Keakraban di Peluncuran Buku Sarmuji
JAKARTA, Trotoar.id — Momentum peluncuran buku Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menjadi panggung kebersamaan para elite partai berlamb...
Daerah21 April 2026 19:17
Permudah UMKM, Inovasi “MALOMO” Hadirkan Izin Pangan Cepat dan Gratis di Sidrap
SIDRAP, Trotoar.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menghadirkan terobosan dalam pelayanan publik melalui inovasi bert...