TROTOAR.ID, PALU — Gempa Bumi yang disertai Tsunami setinggi 3 meter menjadi duka yang mendalam bagi warga Kota Palu Sulawesi Tengah, namun bencana alam tersebut menjadi moment yang baik bagi para narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Kota Palu.
Bahkan 560 warga binaan lapas Kelas IIA memanfaatkan persitiwa tersebut untuk melarikan diri, setelah trik-trik penjara roboh diterpa gempa.
Kepala Lapas Palu, Adhi Yan Ricoh mengatakan,560 Napi saat ini menghilang setelah bencana Alam Gempa Bumi dan tsunami menghantam kota Palu
Baca Juga :
“Saat ini 560 warga binaan kami melarikan diri, setelah tembok lapas rubuh usai diterpa gempa dan tsunami,” Kata Kepala Lapas Palu, Adhi Yan Ricoh
Menurutnya, jika pihaknya Tidka bisa menahanereka untuk pergi, mengingat kondisi yang gelap dan jumlah petugas yang minim untuk mengawasi para warga binaan lapas kelas IIA Kota Palu
Mengenai upaya pencarian, Adhi mengatakan belum berpikir ke arah itu, karena semua petugas, termasuk polisi masih sibuk mengurus para korban gempa.
“Apalagi para petugas juga panik dan berusaha menyelamatkan diri sendiri,” kata Adhi, Sabtu (29/9/2018).
“Jangankan mencari napi yang lari, kondisi yang kami alami ini saja belum sempat dilaporkan ke pusat, karena tidak ada listrik dan tidak ada jaringan telekomunikasi,” bebernya dikutib Okezone.(**)



Komentar