TROTOAR.ID, MAKASSAR — Gempa bumi yang disertai Sunami di Kita Paly Sulawesi Tengah, dan mengakibatkan sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan ratusan orang meninggal dunia akibat gempa dan Sunami yang terjadi Jum’at kemarin.
Musibah yang dialami warga Kota Palu dan Kabupaten Donggala membuat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait ikut membantu warga kota Sulawesi Tengah.
“Saya perintahkan kepada semua OPD terkait untuk segera bergerak membantu warga kota Palu dan Donggala yang kena Musibah Goa dan Sunami,” Kata Nurdin Abdullah.
Baca Juga :
Mantan Bupati Bantaeng dua periode tersebut juga tak lupa menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Kota Palu dan Kabupaten Donggala.
Bahkan dia menyebutkan, tim Tagana dan dinas Sosial pemrov Sulsel langsung bergerak ke lokasi gempa di Sulteng, termasuk mendirikan dapur umum dan tenaga medis yang dikirim secepatnya ke Kota Palu dan Donggala.
Selain itu, Nurdin Abdullah juga mengaku telah menjalin komunikasi dengan pihak Universitas di kota Makassar untuk mengerakkan mahasiswa berangkat ke Kota Palu dan sekitarnya untuk menjadi rewalan bahkan membawa alat-alat yang diperlukan.
Pemrov Sulsel juga telah membangun koordinasi dengan pihak TNI AU dan AL untukengangkut Bantuan dan relawan yang akan di kirim membantu evakuasi dan memulihkan rasa Taruma masyarakat Kota Palu dan Donggala
“Terus kita juga mau mengumlulkan semua beberapa mahasiswa untuk membawa peralatan yang diperlukan. AU TNI juga telah berangkat menggunakan helikopter dalam rangka membantu menormalisasi bandara Mutiara Kota Palu,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah 0rovinsi Sulsel Syamsibar yang dikonfirmasi mengatakan ada ratusan relawan yang datang dari berbagai pihak yang siap untuk di berangkatkan.
“Tadi malam sudah ada sekitar 30 orang di berangkatkan bersama tim AU, termsuk mengirim alat berat di wilayah yang parah akibat gempa bumi yang terjadi di kota Palu dan Donggala,” Ungkap Syamsibar
Bahkan saat ini Relawan yang akan di berangkatkan juga akan menuju jalur laut dan darat, mengingat jalur udara bandara di palu saat ini belum bisa di Daratista pesawat komersial karena adanya kerusakan yang terjadi karena gempa bumi dan Sunami.



Komentar