M Rajab: Politisi Sontoloyo Harus Dilihat Dari Konteksnya

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 26 Oktober 2018 15:33

M Rajab: Politisi Sontoloyo Harus Dilihat Dari Konteksnya
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Juru bicara Partai Nasdem Sulsel, ikut berbicara terkait istilah “politikus sontoloyo” yang dilontarkan Presiden Joko Widodo saat acara pembagian 5.000 sertifikat lahan di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018).

Kata Rajab, “politisi sontoloyo” itu harus dilihat dari konteks lawan frase “politisi baik-baik” yang diungkapkan Jokowi.

“Politisi yang baik itu, politisi yang masih mengedepankan objektifitas dalam menilai kebijakan pemerintahan,” kata Rajab, Jumat (26/10/2018).

Baca Juga  Diperayaan Hut ke 9, Surya Paloh Ingin Nasdem Menangkan 12 Pilkada di Sulsel

Sementara politisi sontoloyo kata dia, adalah politisi yang tahunya hanya menyalahkan. Apapun kebijakan pemerintah itu dianggap salah. Walaupun kenyataannya kebijakan itu sangat dibutuhkan rakyat.

“Kebijakan alokasi dana untuk keluruhan memang merupakan aspirasi masyarakat kelurahan selama ini, dengan melihat adanya alokasi dana desa. Dan itu untuk percepatan pembangunan di tingkat kelurahan,” tambah Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini.

Baca Juga  Rekomendasi Golkar Ditangan, AIZ: Masih ada Dua Hingga Tiga Partai Menyusul

Ditegaskan Rajab, politisi sontoloyo itu bukan ditujukan pada satu kelompok tertentu. Tetapi ditujukan kepada siapapun yang memiliki sifat seperti yang disebutkan Rajab.

“Jokowi sudah menjawab dengan baik terkait dana kelurahan itu, bahwa dana itu untuk menggerakkan pembangunan di tingkat kelurahan. Jangan terlalu dipolitisir kebijakan itu,” jelas Rajab.

Menurut Rajab, istilah “politisi sontoloyo” itu, sesuai dengan kondisi yang ada sekarang. Yaitu soal banyaknya kritikan yang diarahkan ke Jokowi, padahal sudah banyak kebijakan pemerintah yang pro rakyat.

Baca Juga  Shalat Tarwih di Masjid Rumah Aspirasi Rusdi Masse Berhadiah Dooprize

“Itulah Jokowi, dia tidak berbasa-basi dalam menjawab kritikan, tapi langsung pada pokok permasalahan. Dan Jokowi menggunakan istilah sehari-hari dalam melabeli sebuah fakta yang tidak objektif dalam memberikan penilaian,” pungkasnya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik22 Oktober 2026 12:37
AMPI Sulsel Rekomendasikan Andi Nurhaldin NH Maju sebagai Ketua Golkar Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Dinamika menuju pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mengemuka. DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (...
Metro21 Oktober 2026 22:17
Tekan Tawuran, Appi Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda
MAKASSAR, Trotoar.id — Maraknya tawuran antarkelompok di Kota Makassar mendorong Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah pencegahan di tingkat w...
Metro21 Oktober 2026 18:12
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Appi Tegaskan PSEL Makassar Tak Boleh Dipaksakan
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota...
Metro21 Oktober 2026 17:16
Tampil di Forum Asia-Pasifik, Appi Paparkan Inovasi PAUD Holistik-Integratif Makassar
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membawa inovasi pembangunan anak usia dini Kota Makassar ke panggung Asia-Pasifik. Di f...