TROTOAR.ID — Jatuhnya pesawat milik maskapai Lion Air di Tanjung Karawang Jawa Barat, mulai terungkap, dimana Komite Nasional Keselamatan TRansportasi (KNKT) meyebutkan jika penerbangan pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut sebelum jatuh sempat mengalami kerusakan pada sistem ukuran kecepatan pada pesawat lion Air.
Kerusakan pada sistem informasi kecepatan terjadi pada empat penerbangan sebelum pesawat nahas yang mengangkut sekitar 189 kru pesawat Lion Air PK-LQP dan penumpang jatuh ke laut.
Hal tersebut di ungkapkan oleh Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, dia mengungkapkan berdasarkan hasil penelitian bersama dengan Boeing dan National Transportation Safety Board (NTSB), menyebutkan data dari Flight data recorder (FDR) black box telah diunduh dan ada data penerbangan-penerbangan sebelumnya.
Baca Juga :
“Pada 4 penerbangan terakhir ditemukan kerusakan pada penunjuk kecepatan di pesawat, airspeed indicator,” ucap Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers di kantornya, Senin (5/11/2018) di kutip dilaman detik.com
Ditambahkannya, berdasarkan hasil analisa dan penelitian hasil rekaman FDR yang telah di Download dan FDR yang berdurasi 69 jam, dengan 1790 parameter dengan 19 penerbangan sebelumnya termasuk yang terakhir.
Namun Soerjanto, tidak secara rinci menjhelaskan fungsi dari Air Speed yang mengalami kerusakan menjadi penyebab jatuhnya lion aiar atau ada hal lain.
Diketahui Lion Air PK-LQP terban dari bandara Internasional Cengkareng menju Bandara Depati Pangkal Pinang Dengan mengangkut 178 penumpang dan 8 kru pesawat yang ikut pada penerbangan nahas tersebut.



Komentar