KPK Tetapkan Direktur PT Tirta Jasa II Sebagai Tersangka

Suriadi
Suriadi

Jumat, 07 Desember 2018 21:03

Gedung KPK/TROTOAR
Gedung KPK/TROTOAR
TROTOAR.ID — Direktur JAsa Tirta II Djoko Saputra ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi bersama dengan salah seorang pihak swasta lainnya Andirii Yaktiningsasi Oleh Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK).

keduanya ditetapkan tersangka setelah penyidik KPK menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menjerat keduanya dalam kasus tindak pidana korupsi, pengadaan jasa konsultasi di Perum Jasa Tirta II pada tahun 2017 yang diduga merugikan negara sebesar Rp3,6 miliar.

“Status keduanya ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka KPK dalam kasus dugaan korupsi korupsi, pengadaan jasa konsultasi di Perum Jasa Tirta II pada tahun 2017 yang diduga merugikan negara sebesar Rp3,6 miliar.” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/12) dilansir CNNindonesia

Baca Juga  Negosiasi Berhasil Ijtima Ulama 2020 Ditunda, Pemda Gowa Kirim Tim Medis

Juru bicara KPK menyebutkan jika Djoko selaku Dirut Perum Jasa Tirta II dijadikan tersangka kasus korupsi yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dalam pengadaan jasa konsultasi di Perum Jasa Tirta II tahun 2017.

Djoko juga setelah diangkat sebagai pimpinan pada perusahaan tersebut pada tahun 2016, Djoko diduga memerintahkan bawahannya untuk melakukan relokasi anggaran, pada pekerjaan pengembangan SDM dan Strategi Korporat dari Rp2,8 miliar menjadi Rp9,55 miliar.

Baca Juga  Ingin Jadi Juara, Stefano Cuguma Teco, Harap Bhayangkara Tumbangkan PSM

Penambahan yang di usulkan DJoko tersebut dilakukan terhadap, perencanaan strategi korporat dan strategi bisnis senilai Rp3,8 miliar serta perencanaan komprehensif pengembangan SDM Perum Jasa Tirta II senilai Rp5,7 miliar.

“Setelah menduudki jabatan sebagai pimpinan DS memerintahkan bawahannya untuk melakukan revisi anggaran, dan memerintahkan pelaksanaan pengadaan kedua kegiatan tersebut dengan menunjuk AY sebagai pelaksana pada kedua kegiatan yang di gelar PT Trtta JAsa II tersebut,” ujar Febri.

Baca Juga  HMI Dorong Debat Pilkada Bantaeng Bahas Isu Korupsi dan Lingkungan

Febri menjelaskan dalam pelaksanaan pekerjaan, Andririni diduga menggunakan bendera perusahaan PT Bandung Management Economic Center (BMEC) dan PT 2001 Pangripta. Realisasi penerimaan pelaksanaan proyek itu sampai 31 Desember 2017 untuk kedua pekerjaan itu sebesar Rp5,5 miliar.

Atas perbuatannya itu, Djoko dan Andririni disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Oktober 2026 17:23
Appi Ajak IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan, Pelajar Didorong Aktif Cegah Kenakalan Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka ruang kolaborasi bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terlibat langsun...
Metro31 Oktober 2026 17:18
Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel Perkuat Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Membangun pendidikan berkualitas sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang tepat. Anak tidak boleh dibebani tuntutan akadem...
Metro31 Oktober 2026 16:34
Appi Bidik Makassar Jadi Pusat Medical Tourism Indonesia Timur, Ajak Dokter dan Akademisi Berkolaborasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Makassar memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism...
Metro31 Oktober 2026 16:31
HUT ke-78 GPIB Immanuel, Appi Ajak Jemaat Jadi Mitra Pemerintah Jaga Kerukunan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjaga keharmonisan dan kedamaian Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Peran kom...