Markas Persembunyian KKB Ketahuan, Prajurit TNI-Polri Menyerbu

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Rabu, 12 Desember 2018 23:23

Markas Persembunyian KKB Ketahuan, Prajurit TNI-Polri Menyerbu
TROTOAR.ID, MAKASDAR — Karo Penmas Deviai humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, mengungkapkan jika tim gabungan TNI-Polri saat ini telah mengetahui persembunyian para pelaku pembantaian sadis terhadap pekerja PT Istaka Karya yang mengerjakan proyek jalan trans Papua.

Dari lokasi persembunyian para Kelompok kriminal Bersenjata (KKB) tersebut diketahui terdapat panglima KKB yang juga adabdilokasi persembunyian para pelaku kejahatan sadis di Papua

“Kita sudah semakin berhasil me-mapping pelaku penyerangan KKB. Ada beberapa yang sangat aktif sebagai komandan lapangan di wilayah Nduga,” ungkapnya dilansir Pojoksatu.

Bahkan enam yang diduga pelaku utama dalam pembantaian tersebut juga berada di lokasi tersebut, sehingga tim gabungan TNI-Polri akan segera menyisir wilayah tersebut untuk menangkap para pelaku pemantauan dengan sadis.

Salah satu orang yang paling dikejar berinisial PU yang merupakan panglima dari kelompok separatis bersenjata yang ada dipapu

Bukan itu saja anggota KKB lain berinisial A, NT dan BT juga dideteksi berada di lokasi persembunyian para kelompok separatis di wilayah Habema dan Ilkema, dan BT di wilayah Nduga.

Sementara EK terdeteksi berada di wilayah Mugi dan Alguru, dan terakhir GT dideteksi melarikan diri ke Kali Dumit dan Kali Min.

“Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri dengan semangat terus melakukan pengejaran kelompok tersebut,” tegas Dedi.

Seperti di beritakan sebelumnya Jenderal Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB), Markus Yenu meminta pemerintah pusat di Jakarta membuka diri untuk berdialog dengan mereka.

Demikian disampaikan Makus Yenu kepada Kantor Berita Politik RMOL (grup PojokSatu.id) di Manokwari, Papua Barat, Rabu (12/12).

“Yang kita inginkan Jakarta membuka diri untuk bertemu dengan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang diketuai oleh Benny Wenda,” kata Makus.(***)

 Komentar