Usai Ditraktir Es Teler, Empat Siswi SMK di Jeneponto Ditiduri Bapak Cos

0
48
ILustrasi Pemerkosaan

TROTOAR.ID, JENEPONTO — Empat Siswi salah satu di Sekolah Menengah kejuruan di Kabupaten Jeneponto diduga menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh EN (38) yang juga pemilik salah satu rumah cos di wilayah tersebut.

Salah satu korbannya S (16) menceritakan kejadian yang dialami terjadi pada pekan lalu, di mana dirinya beserta tiga temannya N, F dan FR, yang tinggal di tempat yang sama, disuguhi es teler yang di berikan oleh istri EN yang juga pemilik rumah cos.

Tak lama setelah menyantap es teler yang di berikan kepadanya, ketiga gadis belia tersebut. Frasa pusing, dan akhirnya memutuskan masuk kedalam kamar untuk beristirahat, setelah terbangun Setelah merasa kaget setelah dirinya berada dalam Pelukan sang EN.

Parahnya lagi dirinya kaget setelah mengetahui celana yang dikenakannya sudah melirik, dan S juga merasakan kemaluannya sakit hingga memutuskan bersama tiga temannya melaporkan apa yang dialaminya ke polres jeneponto.

“Awalnya kita diberikan es teler oleh istri EN tak lama setelah menyantap es pemberian ibu ‘sonya, dirinya dan teman saya merasa pusing dan akhirnya saya memilih beristirahat, dan pas bangun saya sudah dalam pelukan EN dan celana saya aydahelorot dan anu saya sakit, ” Ungkap S korban pemerkosaan.

Atas peristiwa tersebut Kapolres Jeneponto, AKP Boby Rachman yang mengatakan jika pelaku saat ini telah diamankan dan dalam proses ppenyelidika.

“Kita sudah mengamankan terduga pelaku dan dalam sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut” kata AKP Boby Rachman.

Diketahui pelaku EN (38) semdiri berprofesi sebagai wiraswasta dan tinggal di sebuah ruko di kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan

Atas kejadianbyang dialami Sudah dan tiga rekannya, polres jeneponto diserbu puluhan keluarga korban dimanan mereka meminta kepada pihak Polres Jeneponto untuk transparan dan memberikan sanksi yang berat kepada pelaku.

Nur Alim salah satu keluarga korban mengaku kehadirannya di polres Jeneponto untuk meminta keadilan, dalam memprosea dugaan pemerkosaan dilakukan oleh pelaku, apalagi dianggapnya perbuatan pelaku merupakan kebiadaban yang pantas mendapat hukuman berat.

“Tujuan dari pada kedatangan kami kemari untuk meminta keadilan, di mana keadilan harus ditegakkan seadil-adilnya sesuai perlakuan terduga pelaku terhadap keluarga kami,” kata Nur Alim, Rabu (13/3/2019).