TROTOAR.ID — Litbang Kompas merilis hasil survei terkait peluang partai politik pada pemilu 17 April mendatang, dari hasil survei tersebut, Kompas memprediksi jika cuma ada enam partai yang dianggap mampu melampaui tingkat ambang batas atau parliamentary threshold sebesar 4 Persen.
Enam partai tersebut memiliki tingkat elektabilitas diatas 4 persen mereka adalah PDIP, 26.9 persen, Gerindra 17 Persen, Golkar 9.4 Persen, PKB 6,8 Persen, Demokrat 4,6 persen dan PKS 4,5 persen.
“Hanya empat parpol yang elektabilitasnya ‘langsung’ memenuhi ambang batas parlemen. Sementara ada lima parpol yang memenuhi ambang batas dengan memperhitungkan margin of error yang besarnya +/- 2,2 persen,” tulis Harian Kompas.
Baca Juga :
Sementara 10 partai Lainnya di prediksi akan terdepak dari kursi senayan karena tidak mampu memenuhi syarat ambang batas yang diatur dalam undang-undang pemilu.
Keuntungan dari pilpres, cuma dapat dirasakan oleh partai pendukung Prabowo-Sandi, yang mana selain PDIP , PKB dan Golkar, tiga partai yang diprediksi lolos PT berasal dari Koalisi Prabowo Sandi.
“Efek ekor jas hanya diterima oleh PDIP yang diasosiasikan dengan capres Joko Widodo dan Gerindra yang diasosiasikan dengan capres Prabowo Subianto,” tulis harian Kompas, Kamis (21/3).
Sementara itu untuk partai yang meraih teringat elektabilitas imitasi diatas 2 persennya ini PAN yang ada di posisi ketujuh dengan elektabilitas 2,9 persen. Disusul PPP menyusul di peringkat kedelapan dengan 2,7 persen.
Dan partai Besutan Surya Paloh sendiri berada di posisi ke sembilan dengan elektabilitas 2,9 persen, kemudian Perindo 1,5 persen. Hanura dan PSI ada di peringkat selanjutnya dengan elektabilitas yang sama yaitu 0,9 persen.
Partai berkarya berada di peringkat 13 dengan 0,5 persen. Sementara itu, peringkat 14 ditempati PBB dengan 0,4 persen. Partai Garuda dan PKPI di posisi buncit dengan elektabilitas sama yaitu 0,2 persen.
Data survei diambil melalui wawancara tatap muka dari 22 Februari-5 Maret 2019. Ada 2.000 responden yang dipilih acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error 2,2 persen.




Komentar