Disdag Makassar Tuai Protes Pihak Gudang, Syarifuddin: Kalau Tidak Koperatif Kami Akan “Palappo”

0
119

TROATOAR.ID,MAKASSAR – Permasalahan tentang pergudangan nyatanya sampai saat ini masih bergentayangan di dalam Kota Makassar. dan masih menjalankan aktifitasnya.

Padahal, Pemerintah Kota Makassar telah memberlakukan aturan Perwali Nomor 16 Tahun 2019 tentang penataan, Pembinaan dan Pengawasan Pergudangan.

Dimana, kawasan pergudangan dan perindustrian telah dipindahkan ke wilayah Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya, Namun sampai saat ini masih saja banyak pengusaha nakal mengabaikan hal itu.

Menurut informasi yang dihimpun, Pelanggaran gudang dalam kota ini ditemukan sejak Januari hingga Februari 2019 lalu. Dan dianggap melanggar Perda Makassar nomor 13 tahun 2009 tentang Kawasan Pergudangan Terpadu dan Perwali Makassar nomor 93 tahun 2005 tentang Pengaturan Kegiatan Gudang Dalam Kota Makassar.

Baca Juga  Gubernur NA Harap OPD Maksimalkan Penyusunan RKA

Kepala Bidang Penindakan dan Pengawasan Dinas Perdagangan Makassar, Syarifuddin saat dikomfirmasi mengatakan akan menindak tegas gudang dalam kota yang masih beroperasi.

“kalau tidak koperatif setelah kami panggil pimpinannya, kami akan palappo (menindak tegas), “cetusnya, Kamis (13/6/2019).

Disisi lain, Dinas Perdagangan telah memberikan surat teguran kepada para pengusaha untuk segera memindahkan aktifitasnya ke kawasan yang telah ditentukan.

Namun, hanya tiga gudang yang menanda tangani surat pernyataan, yakni PT Padi Mas (Yos Sudarso), PT Mahameru (Sultan Dg. Raja), PT Asia Raya (Adipura) serta satu gudang yang baru diberikan surat teguran oleh Disdag Makassar.

Dalam surat pernyataan tersebut berisi, para pengusaha bersedia memindahkan aktifitas gudangnya ke kawasan yang telah ditentukan dengan jangka waktu selama satu tahun.

Baca Juga  Gubernur Sulsel Tekankan Sinergi Antara OPD Lingkup Pemprov

Sementara, PT Sari Indah Packaging Industries saat disidak oleh Disdag Kota Makassar menuai protes dari pihak pengusaha, dimana pengusaha protes adanya insiden dalam proses sidak yang dilakukan beberapa oknum LSM yang hadir bersamaan Petugas Disdag Makassar.

Dengan adanya insiden tersebut, pihak pengusaha PT SIPI menduga adanya kongkalikong antara Pihak Disdag Makassar dan oknum LSM.

Kepala Bidang Penindakan dan Pengawasan membenarkan insiden yang terjadi, Namun dirinya membantah adanya kongkalikong antara Disdag Makassar dan oknum LSM.

“iya betul ada insiden itu, tapi tidak benar kalau ada kerjasama dengan LSM atau dikatakan LSM itu pendamping Disdag, malahan itu hasil laporan warga ke kami makanya kami turun kesana tinjau langsung, “ungkap Syarifuddin.

Baca Juga  Kejati Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi DAK

Dari Pantauan trotoar.id dilapangan, PT Sari Indah Packaging Industries yang beralamat dijalan Adipura Makassar tidak memiliki papan pengenal layaknya kantor-kantor yang legal.

Akan tetapi saat hendak ditemui untuk dikomfirmasi, Pihak pengusaha tidak berada di lokasi.

“tidak adaki pak, kalau pimpinan lagi keluar kota, ” Kata salah seorang karyawan, Jumat (14/6/2019).

Pihak Legal PT Sari Indah Packaging Industries yakni Isnaini saat dihubungi melalui pesan singkat WatsApp hanya menjawab sedang tidak berada di tempat.

“saya diluar kantor, “singkatnya, Jumat (14/6/2019). (Tim)