TROTOAR.ID, MAKASSAR — Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TUPGG) Jayadi Nas Menilai, hak angket yang di gelontorkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel, dianggap sebagai sesuatu yang prematur
Hal tersebut diungkapkan jayadi Nas saat hadir dalam diskusi publik yang bertema hak angket DPRD Provinsi: Serius atau Basa Basi yang di gelar di warkop Kopizone, kamis (27/6/2019l)
“Hak angket ini sebuah hal yang prematur, karena lahirnya hak angket karena sebuah hal yang politis, dan bukan karena kemarahan rakyat,” Kata Jayadi Nas dalam diskusi publik tersebut
Baca Juga :
Jayadi menganggap keputusan pengesahan usulan hak angket dalam paripurna DPRD Sulsel senin kemarin dianggap sesuatu yang mengebu-gebu dan reaktif dalam mengambil keputusan hak angket tersebyt.
Dalam diskusi publik yang dihadiri juga panggas hak angket Kadir Halid dan pakar hukum tata negara prof Amiruddin Ilmar serta Anggota Fraksi Demokrat Irwan Pattawari
Meski dalam diskusi tersebut sempat terjadi ketengangan dikarenakan salah satu penanya menyinggung secarabpersonal Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah hingga mengakibatkan orang yang diduga kuat sebagai tim pendukung Nurdin Abdullah pada Pilgub lalu
Pengawas hak angket Kadir Halid mengungkaokan jika pengambilan keputusan mendorong hak angket di DPRD Sulsel agar dualisme pemerintahan dapat diakhiri, mengingat sistem yang digunakan pemerintah provinsi sebagai sistem pemerintahan yang bersifat otoriter
“Kita cuma mau pemerintahan ini mengakhiri dualisme kepemimpinan yang terjadi di pemerintahan Nurdin Abdullah -Sudirman Sulaiman,” Kata Kadir Halid (Upi)



Komentar