TROTOAR.ID, MAKASSAR — Bus Persija Jakarta diserang selepas latihan resmi menjelang leg II final Piala Indonesia 2019. Macan Kemayoran meminta duel laga bersama PSM Makassar Diundur.
Dimana usulan penundaan laga final PSM vs Persija Jakarta dilakukan, karena para pemain dan pelatih dan official Persija Jakarta selama di Makassar terus mendapat teror, termasuk teror saat pemain Persija Menggelar latihan di stadion Andi Mattalatta.
Hingga Bus yang mengangkut pemain pelatih dan official Persija meski mendapat pengawalan ketat TNI/Polri, Bus tersebut di serang b dengan lemparan batu yang mengakibatkan beberapa official Ruji Utomo dan Marko Simic terkena lemparan batu hingga harus mendapat perawatan medis.
Baca Juga :
Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut hingga dirinya meminta agar pertandingan di laga leg ke II Piala Presiden diundur.
“Ada sedikit kejadian.Sebenarnya official training-nya sudah masuk ke dalam pertandingan. Tapi kami diperlakukan, ya saya pikir perlakuan tidak baik. Pelemparan ke bus kami sampai kaca pecah, ada korban dua kena kena mata. Sama ada pemain, kaki tergores kaki terkena pecahan kaca,” kata Ardhi kepada pewarta di Makassar dikutip detik.com
“Saya pikir kondisi sudah tidak kondusif untuk hal ini, ini tanggung jawab dari panpel setempat, cuma saya tidak tahu polanya seperti apa, dan saya sudah bicarakan ke peristiwa yang kami alami pihak PSSI, melalui perwakilan dari PSSI, dan meminta agar laga PSM vs Persija di reschedule ulang dan dilakukan di tempat netral.” Tambahnya
Meski telah meminta agar pertandingan di reschedule ulang, dan laga dilakukan di tempat netral, semua dikembalikan kepada PSSI, dan dirinya juga belum tahu waktunya sampai kapan, permintaanya direspon.
“Saya telha emirat kepada PSSI untuk dilakukan reschedule, dan laga di gelar di tempat yang netral, tapi tergantung dari PSSI, menunggu dari PSSI. Saya belum tahu (waktunya sampai kapan),” Pungkasnya. (***)




Komentar