TROTOAR.ID, MAROS — Niat PLN untuk mendukung dunia pendidikan saat ini masih perlu dipertanyakan, sebab secara sepihak pihak PLN kabupaten Maros mematrkan aliran listri dan mencabut meteran yang ada di SMK Kehutanan Nusantara Maros.
Akibat pencabutan meteran listrik, suasana belajar mengajar disekolah tersebut terganggu, bahkan pihak sekolah memprotes pencabutan meteran listrik yang dilakukan PLN secara sepihak.
Hingga pihak sekolah mermprotes pencabutan tersebut, lantara pihak sekolah tidak menerima surat pemberitahuan dari PLN sebagai prosedur awal yang harus dilakukan.
Baca Juga :
“Petugas hanya datang ke sekolah dan langsung mencabut meteran dengan membawa surat pemutusan sementara,” jelasnya
Kepala SMK Widya Nusantara, Diah Indah Suryandari, Jumat (08/11/2019).
“Kami sangat keberatan atas aksi sepihak PLN. Selama ini kan kita tidak pernah ada masalah. Kami memang menunggak baru satu bulan, tapi mereka bilangnya sudah dua bulan. Padahal jatuh tempo tiap bulan itukan di tanggal 20-an,” Tambahnya.
Akibat pencabutan sepihak yang dilakukan oleh PLN itu, ratusan murid yang JUGA juga tinggal di dalam asrama sekolah, harus bergelap-gelapan karena aliran listri di matikan oleh pihak PLN
Meski pihak sekolah telah melunasi tunggakan tagiuhan listrik, namun pihak PLN sampai saat ini belum memasang kembali meteran listrik di sekolah tersebut.
“Yah sebagian terpaksa pakai lilin karena genset yang kita punya, juga tidak kuat mengaliri semuanya. Waktu habis dicabut itu, kami langsung pergi bayar. Tapi malah kita mau dipasangkan listrik prabayar, jelas kami menolak,” lanjutnya. (***)



Komentar