Diduga Pasien Corona, Warga Pannara Antang Tolak Pemakaman Mantan Anggota DPRD Sulsel

Suriadi
Suriadi

Selasa, 31 Maret 2020 20:57

Diduga Pasien Corona, Warga Pannara Antang  Tolak Pemakaman Mantan Anggota DPRD Sulsel

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Satu pasien yang diduga penderita wabah virus corona yang juga mantan anggota DPRD Provins Sulawesi Selatan, Alex Palinggi, yang hendak dimakamkan di pemakaman Kristen Pannar Antang Kecamatan mangga, Kota Makassar mendapat penolakan warga.

Penolakan yang dilakukan warga lantaran, warga sekitar pemukiman takut akan tertular wabah virus corona yang selama ini telah menyangkiti ribuan orang, termasuk puluhan orang di Sulsel

Salah satu warga yang mengaku sebagai ketua RW 3 Ujung bori di sekitar pemakaman pannara, dalam video yang berdurasi sekitar 27 menit tersebut, meneriakkan penolakan pemakaman Jangan dikubur jenazah corona dikubur ditengah masyarakat.

“Jangan Itu dikubur disini masih enak, jangan jenazah corona di kuburkan di tengah-tengah masyarakat, disini banyak warga yang tinggal, jangan sampai tertular, kita tidak mau itu terjadi,” kata pria yang mengaku sebagai ketua RW 3 Ujung Bori.

Hingga warga harus memblokir pintu masuk perkuburan Pannara dengan kayu dan benda bekas untuk menghalangi mobil ambulance milik RSUP Wahidin memasukkan jenazah mantan legislator DPRD Sulsel dari Partai Hanura tersebut ke wilayah pemakaman Kristen Pannara

Sehingga mobil ambulance terparkir di pinggi jalan, sambil sejumlah anggota TNI/Polri melakukan negosiasi agar jenazah di makamkan di Pemakaman Pannara Antang.

Akibat dari penolakan tersebut sejumlah pengguna jalan terhalang hingga aksi penolakan yang dilakukan warag menjadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan pannara Antang kota Makassar.

Terlihat juga sejumlah petugas medis di atas mobil ambulans menggenakan pakaian lengkap APD yang menjadi protap WHO dalam memakamkan pasien yang diduga terjangkit wabah virus corona.

Sementara itu Camat Kecamatan Manggala Anzhar membenarkan adanya warganya yang menolak pemakaman pasien yang diduga terinfeksi wabah virus corona warga

Anshar, yang berada di lokasi juga mengatakan dirinya bersama dengan lurah setempat bersama dengan aparat TNI/Polri telah memberikan pemahaman kepada warga

Namun, warga yang berjumlah sekitar ratusan orang sudah terlanjur percaya jika virus corona dapat menyebar meski sudah korban telah dikuburkan.

“Itu yang utama (warga takut). Kita sudah setengah mati memberikan pemahaman, Bhabinsa, Danramil juga,” kata Anshar

Anshar menambahkan, jika koordinasi terkait pemakaman mantan anggota DPRD tersebut lambat dilakukan, sehingga warga terkejut saat melihat mobil ambulans yang di dalamnya berisi petugas yang memakai seragam APD standar WHO

Sehingga harapan dia harus ada pihak yang berkompeten menyampaikan jika kewarga jika pemakaman yang sesuai standar WHO tidak akan membahayakan kesehatan masyarakat.

“Ini kurangnya pemahaman ke masyarakat jika pemakaman dengan standar WHO tidak akan membahayakan, agar masyarakat dapat memahami,” jelasnya

Sementara Itu Satuan Gugus Tugas penanganan wabah virus corona Sulawesi selatan mengatakan jika pemerintah saat ini telah menunjuk perkuburan sudiang sebagai wilayah khusus pemakaman pasien yang diduga sebagai penderita wabah virus corona

“Kita sudah menunjuk tempat pemakaman khusus bagi pasien OPD, PDP atau yang positif terpapar wabah virus corona, di Sudiang, dan itu sudah kita putuskan sebagai lokasi pemakaman khusus,” Jelas Husni Thamrin Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel,

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...