TROTOAR.ID, MAKASSAR — Satu pasien yang diduga penderita wabah virus corona yang juga mantan anggota DPRD Provins Sulawesi Selatan, Alex Palinggi, yang hendak dimakamkan di pemakaman Kristen Pannar Antang Kecamatan mangga, Kota Makassar mendapat penolakan warga.
Penolakan yang dilakukan warga lantaran, warga sekitar pemukiman takut akan tertular wabah virus corona yang selama ini telah menyangkiti ribuan orang, termasuk puluhan orang di Sulsel
Salah satu warga yang mengaku sebagai ketua RW 3 Ujung bori di sekitar pemakaman pannara, dalam video yang berdurasi sekitar 27 menit tersebut, meneriakkan penolakan pemakaman Jangan dikubur jenazah corona dikubur ditengah masyarakat.
Baca Juga :
“Jangan Itu dikubur disini masih enak, jangan jenazah corona di kuburkan di tengah-tengah masyarakat, disini banyak warga yang tinggal, jangan sampai tertular, kita tidak mau itu terjadi,” kata pria yang mengaku sebagai ketua RW 3 Ujung Bori.
Hingga warga harus memblokir pintu masuk perkuburan Pannara dengan kayu dan benda bekas untuk menghalangi mobil ambulance milik RSUP Wahidin memasukkan jenazah mantan legislator DPRD Sulsel dari Partai Hanura tersebut ke wilayah pemakaman Kristen Pannara
Sehingga mobil ambulance terparkir di pinggi jalan, sambil sejumlah anggota TNI/Polri melakukan negosiasi agar jenazah di makamkan di Pemakaman Pannara Antang.
Akibat dari penolakan tersebut sejumlah pengguna jalan terhalang hingga aksi penolakan yang dilakukan warag menjadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan pannara Antang kota Makassar.
Terlihat juga sejumlah petugas medis di atas mobil ambulans menggenakan pakaian lengkap APD yang menjadi protap WHO dalam memakamkan pasien yang diduga terjangkit wabah virus corona.
Sementara itu Camat Kecamatan Manggala Anzhar membenarkan adanya warganya yang menolak pemakaman pasien yang diduga terinfeksi wabah virus corona warga
Anshar, yang berada di lokasi juga mengatakan dirinya bersama dengan lurah setempat bersama dengan aparat TNI/Polri telah memberikan pemahaman kepada warga
Namun, warga yang berjumlah sekitar ratusan orang sudah terlanjur percaya jika virus corona dapat menyebar meski sudah korban telah dikuburkan.
“Itu yang utama (warga takut). Kita sudah setengah mati memberikan pemahaman, Bhabinsa, Danramil juga,” kata Anshar
Anshar menambahkan, jika koordinasi terkait pemakaman mantan anggota DPRD tersebut lambat dilakukan, sehingga warga terkejut saat melihat mobil ambulans yang di dalamnya berisi petugas yang memakai seragam APD standar WHO
Sehingga harapan dia harus ada pihak yang berkompeten menyampaikan jika kewarga jika pemakaman yang sesuai standar WHO tidak akan membahayakan kesehatan masyarakat.
“Ini kurangnya pemahaman ke masyarakat jika pemakaman dengan standar WHO tidak akan membahayakan, agar masyarakat dapat memahami,” jelasnya
Sementara Itu Satuan Gugus Tugas penanganan wabah virus corona Sulawesi selatan mengatakan jika pemerintah saat ini telah menunjuk perkuburan sudiang sebagai wilayah khusus pemakaman pasien yang diduga sebagai penderita wabah virus corona
“Kita sudah menunjuk tempat pemakaman khusus bagi pasien OPD, PDP atau yang positif terpapar wabah virus corona, di Sudiang, dan itu sudah kita putuskan sebagai lokasi pemakaman khusus,” Jelas Husni Thamrin Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel,



Komentar