TROTOAR.ID, MAKASSAR — Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Syamsuddin Karlos menyebut PLN telah merampok uang Rakyat dengan menaikkan secara sepihak tagihan listrik ditengah pandemi virus corona.
Hal tersebut diungkapkan Politisi PAN saat menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Pihak GM dan direksi PLN wilayah Sulselbatra dan Ombudsman bersama YLKI di gedung DPRD Selasa 23 Juni 2020.
“Apa yang dilakukan. PLN secara Sepihak ini, bukti jika PLN telah “merampok” Uang rakyat dengan enaknya menaikkan tagihan listrik, ” Kata Syamsuddin Karlos
Baca Juga :
Karlos menyebutkan alasan PLN yang menyebutkan membengkaknya tagihan listrik masyarakat lantaran banyak ya masyarakat berdiam di rumah karena pandemi sebuah bentuk kebohongan yang disampaikan PLN,
Sebab banyak rumah yang tidak berpenghuni namun tagihan listrik yang membengkak, apa lagi PLN menggunakan rata-rata taksiran penggunaan lantaran petugas catat meter PLN tidak berjalan.
“Kok PLN yang berasal masyarakat yang dibebankan, kalau memang kesalahan ada di PLN harusnya PLN mengakui kesalahannya, jangan semua kesalahan dibebankan ke pelanggan,” Jelasnya
Apa lagi dikatakan jika banyak pelanggan PLN saat ini menyampaikan keluhan kepada kami soal membengkaknya tagihan listrik yang harus dibayar sementara pemakaian listrik kecil
Selain Syamsuddin Karlos Politisi Partai Golkar Fahruddin Rangga mengatakan jika PLN saat j I me. Buktikan dirinya bekerja tidak profesional, sebab kesalahan yang ada Pada pihak PLN bebannya di berikan ke masyarakat,
“Harusnya PLN akui kesalahannya jangan karena tukang catat meteran tidak bertugas, pelanggan yang dibebankan dengan tarif rata-rata yang digunakan PLN,” Jelas Rangga
Hingga dia meminta kepada pihak PLN untuk memberikan kompensasi kepada pelanggan sebab kesalahan bukan pada Pelanggan akan tetapi pada pihak PLN sendiri.
“Memang susah jadi pelanggan vendor yang buat masalah, pelanggan yang dibebankan masalah tersebut, apakah PPN mau bertanggung jawab atas kerugian ya g dialami masyarakat saat ini,?” Tanya Rangga
Bukan cuma Syamsuddin Karlos dan Fahruddin Rangga yang memaki-maki GM PLN Sulselbatra, akan tetapi sejumlah anggota DPRD yang duduk di komisi D juga ikut mendesak PLN mengembalikan kelebihan pembayaran yang dilakukan pelanggan PLN selama ini (***)



Komentar