TROTOAR.ID, MAKASSAR — Beredar luas di Media sosial Video pemindahan Alat Peraga Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar nomor urut 4 Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun.
Lantaran AOKiliki pasnagan calinbyang dinusjng OKS Golkar dan PAN menutupi Alat Peraga Kampanye pasangan calon Walikota Makassar lainnya
Baca Juga :
Menyikapi hal tersebut pengiat Komunikasi Politik yang juga Mahasiswa Program Doktor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Atto Suharto, mengungkapkan jika kejadian itu tidak menunjukkan etika politik
“Peristiwa penutupan APK kandidat lainnya sudah mencerminkan etika politik yang tidak baik,” Katanya di Warung Kopi Sami saat ditemui
Menurutnya kalaupun dianggap APK kandidat lainnya dianggap tidak sah atau bukan APK Resmi tidak harus dengan cara menimpa APK lainnya
Sebab hal itu akan akan memancing reaksi dari kandidat lain yang APK miliknya tertutupi oleh APK pasangan calon IMUN.
“Kalaupun dianggap APK lainnya tidak resmi, kan tidak juga harus menutupi yang lain, sehingga, resmi tidak nyaman itu urusan penyelenggara yang memiliki hak untuk menertibkan,” Tambahnya
Hingga dikatakan, langkah menutupi APK lainnya sebagai sebuah strategi politik yang dilakukan tim pasangan calon untuk menarik perhatian publik belaka
Sementara itu, Juru Bicara Pasangan calon IMUN Muhaffid menyalahkan penyelenggaran yang dimana menurutnya, ketidakberdayaan Penyelenggara Bawaslu dalam menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) liar milik kandidat lainnya
“Video yang viral itu, ibaratnya ini APK yang legal sesuai regulasi versus APK liar,” kata Muwwafiq, Minggu, 27 September
“Mungkin yang pasang itu beranggapan kalau ini boleh saja ditimpa karena baliho liar, dan baliho liar memang tidak boleh terpasang pasca penetapan,” ujarnya. (***)




Komentar