Legislator Kendari Apresiasi Kinerja PD Pasar Makassar

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Jumat, 02 Oktober 2020 23:52

Legislator Kendari Apresiasi Kinerja PD Pasar Makassar

Makassar, Trotoar.id – Rombongan DPRD kota Kendari bertandang ke kantor Perusda Pasar Makassar Raya guna melakukan studi banding terkait pengelolaan pasar tradisional di Makassar, Kamis, (1/10).

Dalam kunjungan tersebut Wakil ketua 2 DPRD Kendari, Syamsuddin Rahim., M.Si mengatakan sangat mengapresiasi kinerja pihak direksi PD Pasar Makassar.

Untuk itu selaku ketua rombongan ia mengajak 10 orang timnya dari Komisi 2 Bidang Perbankan, Ekonomi dan Keuangan untuk belajar banyak dari Makassar.

“Kehadiran kami ingin sharing tentang pengelolaan pasar tradisional untuk diketahui, Di kendari ada 8 pasar tradisional yang bangunannya menyerupai pasar modern yang seiring perjembangan jaman pasar yang dulunya kumuh mulai direhabilitasi tapi lebih baguslah yang di Makassar. Makanya kami ke Makassar,” pungkasnya.

Anggota dari Fraksi PAN ini menuturkan sebagian pasar di Kendari tidak selamanya dikelola oleh PD Pasar. Tapi ada juga yang dikelola oleh Dinas Pendapatan daerah. Bahkan ada pasar yang tidak punya ijin.

“Kami ada pasar yang juga dikelola oleh Dinas Pendapatan. Ada juga pasar kami yang tidak ada ijinnya. Apakah ini ada juga di Makassar dan bagaimana pengelolaannya,” tanyanya kepada jajaran Direksi PD Pasar Makassar.

Selain itu dilaporkan bahwa ada pula pasar yang dikontrak oleh pihak kedua sehingga retribusinya diambil oleh pihak pengelola. Kondisi ini pula yang mendorong mereka untuk menjajaki potret pengelolaan pasar.

Direktur Umum PD Pasar Makassar, Nuryanto G. Liwang Menjeleskan sebelumnya apa yang dihadapi PD Pasar Makassar dulu hampir sama dengan persoalan di Kendari. Terutama pada persoalan regulasi dan aturan aturan lainnya.

“Titik krusial itu ada pada regulasi dan kebijakan dan ruh dari perusda itu ada dua. Bagaimana bisa menciptakan lapangan kerja dan bisa memberi sumbangsi pada pemerintah daerah,” kata Anto sapaan akrabnya.

“Kami berikan deviden kepada pemerintah setiap tahunnya. Dan kepentingan publik yang menjadi acuan,” lanjutnya.

Dikatakan bahwa persoalan di Kendari titik lemahnya ada pada aturan daerah. Dan itu tidak akan bisa mengakomodir. Karena pengelolaan hanya diberikan pada pasar yang dianggap asset yang dipisahkan.

“Sebenarnya regulasi pembentukan pasar ini tidak ada membedakan dari UU no 7 tahun 2007 tentang perdagangan. Disitu jelas bahwa kebijakan strategi pemerintah di dalam mendukung pembentukan ekonomi mengacu pada pasar rakyat,” paparnya.

Penjabaran itu juga menurut Anto, dikuatkan oleh peraturan presiden no 112 tahun 2017 terkait penataan pasar tradisional dan pasar modern.

“Nah kalau kami di sini di Makassar ada tiga kriteria pasar. Yakni pasar rakyat yang dibentuk oleh masyarakat, pasar rakyat yang bagian dipisahkan dan pasar modern. Dan penarikan retribusinya juga beda,” tuturnya.

Sementara Direktur Operasional PD Pasar, Saharuddin Ridwan mengingatkan agar kerjasama dengan pihak ketiga itu dipertimbangkan karena bisa berdampak merugikan pemerintah. Dicontohkan dalam hal ini adalah Makassar Mall.

“Dulu kita punya kerjasama dengan pihak ketiga dan itu merugikan. Contoh Makassar Mall pertama di Makassar. Saya pernah tanyakan pada profesor yang tau persis perjanjiannya. Karena waktu itu belum ada mall sehingga ada kebijakan untuk tidak meminta keuntungan pada investor,” ujarnya.

Untuk itu, menurutnya perlu ada eksaminasi perjanjian. Semua perjanjian harus ditinjau ulang apakah akan dilanjutkan atau diputuskan.

“Selama ini kalau ada sewa menyewa ditentukan oleh investor. Jadi kita tidak bisa masuk. Karena diatur oleh perjanjian tersebut. Sehingga kita tidak bisa meningkatkan deviden. Jadi kita minta harus ada peninjauan ulang,” terang Sahar.

Disisi lain Sahar juga menganjurkan kerjasama dengan pemerintah setempat dalam hal ini Lurah dan Camat terutama pada pasar-pasar dadakan yang menggunakan badan jalan atau fasilitas umum. Terutama mengenai penanganan kebersihannya.

Dari pertemuan itu pihak DPRD Kota Kendari mengaku sangat terbantu dengan semua pemaparan dari dua direksi yang menerima kedatangan mereka ke PD Pasar Makassar ini. Dan hasil diskusi ini akan mereka bahas lebih lanjut ke pemerintah daerah Kendari. (Alam)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...