Ketua DPC PDIP Jadi Tersangka KPK

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 28 November 2020 17:47

Korupsi
Korupsi

TROTOAR.ID — Lembaga Antirasuah kini resmi menetapkan Politisi PDIP yang juga menjabat sebagai Walikota Cimahi sebagai tersangka, dalam kasus dugaan suap perizinan pengembangan rumah sakit Kasih Bunda Cimahi, Jawa Barat.

Selain Walikota Cimahi, KPK juga menetapkan Hutama tersangka terhadap orang pemberi suap kepada Ajay.

“Dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka penerima Suap Ajay dan pemberi suap Hutama,” Kata Firli Bahuri 

Firli menjelaskan, dalam kasus yang menjerat Walikota CImahi, terkait pemberian izin pendirian Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi, yang dilakukan pihak swasta. 

Baca Juga  Hari Down Syndrome Internasional 2022, Naoemi Octarina Hadiri Sunat Massal Anak Berkebutuhan Khusus

KPK juga dalam kasus tersebut menerima laporan masyarakat yang menyebutkan adanya indikasi suap menyuap dalam pemberian izin pembangunan rumah sakit, sehingga penyidik KPK melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tangan Walikota CImahi beserta beberapa orang dan barang bukti uang senilai Rp 425 juta 

“Penyerahan uang akan dilakukan pada hari Jumat tanggal 27 November 2020, sekitar jam 10.00 WIB di salah satu rumah makan di Bandung.  Selanjutnya CG menemui YR dengan membawa tas plastik putih yang diduga berisi uang tunai dan diserahkan kepada YR. Setelah itu Tim KPK mengamankan CG dan YR,” kata Firli di lokasi dikutip Suara.com

Baca Juga  Lantik Pengurus Apkadesi Sulsel, Ini Pesan Plt Gubernur

Ajay sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kemudian Hutama sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Baca Juga  KPK Sita Uang Tunai di Rumah Pribadi dan Dinas Nurdin Abdullah

“Para tersangka saat ini dilakukan penahanan Rutan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 28 November 2020 sampai dengan 17 Desember 2020 masing-masing bertempat di Rumah Tahanan Negara pada Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat.” (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 Oktober 2026 22:32
Golkar Sulsel Konsolidasikan Kekuatan di Malino, IAS Tekankan Soliditas dan Kesatuan Gerak
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memperkuat fondasi organisasi di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).  Mela...
Parlemen30 Oktober 2026 19:20
Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Saatnya Bangkit dari Kejayaan Masa Lalu
MAKASSAR, Trotoar.id — Sepak takraw Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Di bawah kepemimpinan Sufriadi Arif, Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PST...
Politik30 Oktober 2026 16:24
Jelang Musda 3 November, Hastan Mattanete Masuk Bursa Ketua Golkar Pinrang
PINRANG, Trotoar.id — Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang mulai memasuki fase krusial. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ...
Politik30 Oktober 2026 14:12
Jelang HUT NasDem, Kader DPW dan GPND Sulsel Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem, kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan ...