TROTOAR.ID, Sinjai – Harga Buah Naga di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dalam beberapa bulan ini terus mengalami penurunan, mulai dari Rp15 ribu per Kg kini menjadi Rp7 ribu per Kg.
Kondisi tersebut membuat para petani di Desa Sukamaju, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, merasa jenuh dengan hasil bumi yang terbilang cukup murah, apalagi di tengah pandemi covid-19 sekarang ini.
Bahkan tak sedikit petani Buah Naga yang merugi akibat turunnya harga beli tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Mawan.
Baca Juga :
Mawan yang juga merupakan petani Buah itu mengeluhkan harga Buah Naga yang terus merosot dari hari ke hari.
“Harga Buah Naga sekarang lagi turun. Saat ini, pengepul hanya bisa membeli Rp7 ribu per Kg saja, dengan harga segitu hanya cukup untuk membeli kebutuhan pupuk,” unngka dia kepada Jurnalis Trotoar, Rabu (16/12/2020).
Apalagi di musim hujan ini banyak gangguan terhadap tanaman Buah Naga. Menurut Mawan, tanaman ini rentan terkena jamur sehingga membuat batang dan buahnya mudah membusuk,
“Untuk mencegahnya maka diperbanyak penyemprotan pembasmi hama tetapi jika harga buah sendiri turun maka susah untuk membeli racun hama, belum lagi pupuknya,” kata dia.
Sehingga menurunnya harga beli Buah Naga juga mempengaruhi hasil panen petani yang juga menurun karena terhalang biaya perawatan.
Lebih jauh ia meminta kepada pemerintah setempat untuk memperhatikan permasalahan yang dialami oleh petani.
“Mengingat jabatan Bupati Sinjai [Seto-Kartini] sekarang sudah kurang lebih dua tahun, maka saya mengingatkan janji politiknya kemarin mengenai pembangunan pasar buah modern yang katanya kita akan dicarikan pembeli yang sesuai dengan hasil kesepakatan petani,” kata Mawan.
Hingga saat ini pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai belum dikonfirmasi terkait keluhan warganya. Laporan Kontributor Trotoar di Sinjai, Sapri.




Komentar