TROTOAR.ID, Makassar – Para pendukung kandidat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sawerigading (UNSA) Kota Makassar, ricuh ketika proses pemilihan berlangsung. Mereka saling pukul dan menyerang dari kedua kubu hingga bentrok di lokasi pemilihan, Rabu (6/1/2021).
Diketahui, calon Ketua BEM UNSA yang bertarung adalah nomor urut 01 Asrul Usman dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), dan nomor urut 02 Muhammad Isra dari Fakultas Sastra.
Kericuhan tersebut berawal ketika salah satu pendukung palson yakni kandidat 01 tiba-tiba datang berkelompok hendak merebut kotak suara.
Baca Juga :
Ketika itu, Komisi Pemilihan Umum BEM UNSA mencoba melerai kericuhan tersebut dan menyelamatkan kota suara. Sementara pendukung kandidat 01 dan 02 saling pukul.
Ketua KPU Basri Jalil kelompok yang datang menyerang tak terima dengan mekanisme pemilihan. Sebab KPU menetapkan pemilih harus memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).
“Kami menduga kuat mereka buat kericuhan ini karena mereka tidak terima dengan peraturan yang kami buat yakni pemilih wajib memperlihatkan KTM kalau mau memilih, ini yang mereka tidak terima,” kata Basri Jalil dikonfirmasi, Rabu (6/1/2021).
KPU BEM UNSA menetapkan aturan tersebut dengan dasar bahwa mahasiswa pasti miliki KTM, kalau tidak memiliki berarti tak punya hak pilih.
“Saya heran kenapa ada mahasiswa yang angkatan tua (2017, 2018) tidak memiliki KTM, aneh,” tambah dia. (Al/Dr)



Komentar