Bangunan Mangkrak RS Batua Tambah Anggaran, Dewan: Masih Menunggu DPA dari Kemendagri

Awal Febri
Awal Febri

Senin, 18 Januari 2021 20:39

RS Batua yang mangkrak di Jalan Abdullah Dg Sirua, Kota Makassar yang ditinjau oleh Dirreskrimsus Polda Sulsel pada Senin (18/1).
RS Batua yang mangkrak di Jalan Abdullah Dg Sirua, Kota Makassar yang ditinjau oleh Dirreskrimsus Polda Sulsel pada Senin (18/1).

TROTOAR.ID, Makassar – Dirreskrimsus Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Widoni Fedri menyampaikan bahwa pihaknya menemukan kejanggalan pada konstruksi bangunan Rumah Sakit Batua, di Jalan Abd Dg Sirua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang selama ini mangkrak, Senin (18/1/2021).

Saat ini Polda Sulsel tengah menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang bakal dijadikan sebagai bukti demi keberlanjutan kasus tersebut.

Dijadwalkan, KPK bersama BPK-RI akan turun meninjau proyek pembangunan RS Batua pada 21 Januari 2021 mendatang.

“Banyak penyimpangan,” kata Widoni yang pertama kalinya meninjau lokasi bangunan tersebut.

Kekurangan tersebut, kata dia, pada dinding basement ada getaran, terlalu tipis, tiang penyangga banyak yang bengkok, dan tangga bangunan tersebut tidak sesuai karena harus membungkuk jika menaikinya.

Selain itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Agus Djaja Said menuturkan kelanjutan pembangunan bekas puskesmas itu mendesak. Pemerintah kota butuh rumah sakit.

“Ada tambahan anggaran Rp 20 miliar tahun ini (untuk kelanjutan pembangunan RS Batua,” katanya.

Menurut Agus, proses hukum tidak mempengaruhi pengerjaan, tetapi pengerjaan tersebut bisa dihentikan jika direkomendasikan oleh BPK atau KPK.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Wahab Tahir (WT) berharap agar kasus tersebut cepat selesai agar anggarannya dapat segera digunakan.

“Anggarannya tersedia. Soal lanjut atau tidaknya kita menunggu proses lebih lanjut,” ujarnya.

Meski begitu, WT mengaku belum mengetahui berapa rincian anggaran untuk RS Batua.

“Anggaran pastinya saya tidak ingat karena masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tapi yang pasti adalah anggaran itu untuk RS Batua,” kata Wahab Tahir kepada Trotoar.id, Senin (18/1).

Sekedar diketahui, Proyek itu telah dikerjakan sejak tahun 2018 lalu oleh pihak rekanan dari PT Sultana Nugraha dan telah menelan anggaran Rp 25 miliar dalam APBD Makassar. 

Rencananya, puskesmas Batua akan dijadikan Rumah Sakit tipe C dengan bangunan berlantai lima. Namun hingga tiga tahun berjalan, konstruksi bangunan belum juga rampung. (Tim)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...