TROTOAR.ID – Tim Transisi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih Danny-Fatma melakukan pemetaan visi-misi yang disertai 24 program strategis yang bakal dijalankannya pasca pelantikan nantinya.
Danny Pomanto mengatakan bahwa tugas Tim Transisi ini untuk mendalami visi misi terlebih dahulu, lalu mengukur kedalaman program strategis untuk dicocokan dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Kemudian setelah Danny-Fatma dilantik, Tim Transisi tersebut akan berubah menjadi Tim Pentahelix yang akan mempersiapkan kabinet definitif.
Baca Juga :
“Setelah kabinet berjalan, Tim Pentahelix akan memonitoring seluruh konsep program yang berjalan,” kata Danny melalui akun media sosialnya, Senin (1/2/2021).
Meski begitu, ia berharap doa dan dukungan dari masyarakat Kota Makassar.
“Dari 3 misi dan 24 program strategis Danny-Fatma telah diklasifikasi masing-masing leader dan co-leader yang diambil dari OPD [organisasi perangkat daerah], dinas atau perangkat terkait. Selain itu, mitra eksternal pada masing-masing program akan disinergikan,” kata Ketua Tim Transisi Prof Yusran Yusuf, menambahkan, Rabu (3/2).
Seperti hanya program “1000 Beasiswa Anak Lorong Berprestasi” yang bakal dikawal oleh Dinas Pendidikan, co-leadernya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan mitra strategis dari pihak eksternal adalah Forum Komunikasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP).
Menurutnya, pemetaan tersebut bertujuan agar kerja-kerja pemerintah kota kedepan lebih fokus terhadap target yang akan dicapai.
“Bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dan terintegrasi pada masing-masing instansi terkait,” ucapnya.
Tim transisi ini diisi oleh orang yang lihai di bidangnya masing-masing, yang dikoordinatori oleh Prof Yusran Yusuf dengan anggota yakni Prof. Aminuddin Ilmar (Pakar Hukum Tata Negara Unhas), Prof. Anwar (Guru Besar Ekonomi Pendidikan UNM), Dr Naidah Naing (Ahli Tata Ruwang Arsitektur UMI), dan Ustaz Iqbal Djalil (tokoh koalisi keumatan Makassar).
Tim transisi dibantu sekretaris, Dr Sakka Pati, pakar hukum Universitas Hasanuddin dan tim teknis yang juga pakar Teknologi Informatika Unhas Dr Indrabayu Amirullah. (*)




Komentar