TROTOAR.ID – KNKT melaporkan terkait kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di Perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 lalu.
Menurut Kepala Sub Komite Keselamatan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo membeberkan bahwa Sriwijaya Air terbang di ketinggian tertinggi pada 10.900 kaki.
Setelah di ketinggian itu, pesawat kemudian bergerak turun.
Baca Juga :
“Data itu terekam dalam FDR yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan. Ketinggian tertinggi Sriwijaya Air tercatat pada pukul 14.40.05 WIB,” kata Nurcahyo.
Setelah ketinggian ini, pesawat turun tapi posisi hidung pesawat masih menghadap ke atas.
“Ketinggian tertinggi pesawat 10.900 kaki. Setelah ketinggian ini pesawat turun, autopilot tidak aktif arah pesawat 16 derajat, sikap pesawat hidungnya naik miring ke kiri. Tuas pengatur mesin kiri mundur kecepatan berkurang, tuas kanan tetap,” kata Nurcahyo dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2).
Lima detik kemudian, pesawat mulai berubah posisi. Hidung pesawat kini berada di bawah. Itu terjadi pada pukul 14.40.10 WIB. Kemudian, autothrottle pesawat juga tidak aktif.
“20 detik kemudian FDR berhenti merekam,” ucap dia dikutip dari kumparan. Lalu FDR berhenti merekam kejadian yang ada di pesawat diduga setelah pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu.



Komentar