BNPB Keluarkan Peringatan Dini: Luwu Utara Status WASPADA BANJIR 12 Februari 2021

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 11 Februari 2021 23:41

BNPB Keluarkan Peringatan Dini: Luwu Utara Status WASPADA BANJIR 12 Februari 2021

TROTOAR.ID, LUWU UTARA — Direktorat Peringatan Dini Kedeputian Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan dini waspada banjir yang dapat terjadi pada Jumat 12 Februari 2021 di empat wilayah provinsi, masing-masing Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. 

Untuk Provinsi Jawa Barat, ada empat wilayah kabupaten/kota yang statusnya waspada banjir, yaitu Bandung, Bogor, Garut, dan Karawang. Sementara Jawa Tengah, ada Pati, Demak, dan Kudus. 

Untuk Kalimantan Timur, ada Kutai Kartanegara, dan Sulawesi Selatan ada Wajo dan Luwu Utara. Masuknya Luwu Utara sebagai daerah dengan status waspada banjir pada 12 Februari 2021, adalah alarm buat masyarakat agar tetap waspada, dan segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi.

Peringatan dini BNPB ini disampaikan Kalaksa BPBD Luwu Utara, Muslim  Muhtar, Kamis (11/2/2021), di Masamba.

 “Berdasarkan hasil analisis data dari BMKG dengan Impact Based Forecast (IBF) serta BNPB dengan InaRisk, maka perlu diwaspadai potensi banjir pada 12 Februari 2021 di beberapa wilayah, dan Luwu Utara masuk dalam status waspada banjir,” kata Muslim Muhtar. 

Muslim mengutarakan bahwa BNPB meminta pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dengan memantau kondisi terkini lapangan dan menyebarkan informasi peringatan (curah hujan, tinggi muka air) dan potensi wilayah terdampak. Selain itu, pemerintah daerah diminta melakukan koordinasi dengan stakeholder dalam penyiapan tim siaga bencana dan sumberdaya.

“Tak hanya itu, pemerintah daerah juga diminta untuk mengidentifikasi tempat pengungsian, termasuk infrastruktur pengungsian sesuai protokol kesehatan; mengidentifikasi kebutuhan logistik dan peralatan; memastikan alat peringatan dini berfungsi dengan baik; serta memastikan ketersediaan rambu dan jalur evakuasi,” jelas Muslim. 

Bagaimana dengan masyarakat. BNPB meminta  masyarakat untuk dapat mengambil langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dengan cara menyiagakan tim siaga bencana untuk memantau kondisi terkini lapangan, melakukan koordinasi dengan aparatur desa, dan mempersiapan evakuasi. 

Masyarakat juga diminta menyimpan barang penting ke tempat aman, dan membatasi aktivitas di luar rumah.

“Jika masyarakat berada di luar rumah tolong hindari pohon besar, baliho, dan saluran air atau gorong-gorong. Siapkan tas siaga yang berisi makanan, minuman, obat, uang, pakaian, dokumen berharga dan lain-lain, serta jangan lupa tetap disiplin menegakkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, ,mencuci tangan dengan sabun. Setelah itu, kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kita semua senantiasa diberi perlindungan dan terhindar dari segala macam bencana,” pungkas Muslim. (*/LH)

Penulis : Ras

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...