NA Ditangkap Atas Perintah Jokowi! Wakil Ketua KPK: Masih Ada Kepala Daerah yang Sedang Diproses

Awal Febri
Awal Febri

Rabu, 17 Maret 2021 19:29

Eks Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, (FOTO: Istimewa).
Eks Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, (FOTO: Istimewa).

TROTOAR.id—Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar saat temu media di salah satu hotel di Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa malam.

Ia menjelaskan bahwa KPK rupanya diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo untuk menangkap Nurdin Abdullah.

Bahkan Jokowi mengatakan jika Nurdin masih kurang ajar maka dia harus ‘digigit keras’. Sehingga terungkaplah bahwa KPK melakukan OTT tentunya melalui proses yang panjang, dan tidak serta merta.

“Dan ternyata pak presiden (Joko Widodo) juga bilang, ‘ayo perbaiki-ayo perbaiki, ingatkan berikan pelatihan pemahaman, kalau masih kurang ajar gigit sekeras-kerasnya,” kaya Lili menirukan pesan Jokowi.

Baca Juga  Mewawancarai Adiany Adil, Dokter yang Viral karena Tak Percaya COVID Sebagai Penyakit Manusia

Sekalipun Nurdin Abdullah adalah salah satu kepala daerah yang diberi penghargaan sebagai pemimpin antikorupsi tapi tak menjadi tantangan bagi KPK untuk menangkap.

Wakil Ketua KPK menyebut masih banyak kepala daerah yang antre dengan kasus serupa Nurdin Abdullah, yakni menerima suap dari pengusaha namun masih berproses.

“Kasus ini [suap] banyak, hanya antre. Bukan hanya pak gubernur (Nurdin Abdullah), banyak sekali dengan modus yang serupa,” jelasnya.

Sebelum OTT terhadap Nurdin Abdullah dilakukan, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya pencegahan dan pendidikan.

Baca Juga  Komite III DPD RI Temukan Banyak Manipulasi Dalam Penerimaan Peserta Didik Sistem Zonasi

Pencegahannya, melalui intervensi pada perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, optimalisasi pajak daerah, perizinan, manajemen aset daerah, aparat intern pengawas pemerintahan dan tata kelola dana desa.

Dalam pertemuan yang dihadiri belasan media di Kota Makassar, Lili juga menegaskan sekaligus membantah adanya isu bahwa OTT Nurdin Abdullah merupakan pesanan politik.

“Yang pasti kita tidak punya titipan politik. Saya juga tidak mengenal pak gubernur [Nurdin Abdullah],” kata Wakil ketua KPK.

Ia pun menjelaskan proses penyelidikan panjang, ketat, hingga menjaring Nurdin Abdullah dan dua lainnya, Edy Rahmat dan Agung Sucipto dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Baca Juga  Sudah 60 Saksi Diperiksa, Masa Penahanan NA dan Edy Diperpanjang: KPK Menanti "Joker Merah"

Saat sprindik telah terbit dan penyadapan akan dimulai, pihaknya mengaku telah mendapat persetujuan dari dewan pengawas.

“Ketika sudah mau ditetapkan penyelidikan lalu ketika mau mengajukan penyadapan, penggeledahan, itu semuanya juga melalui kita (pimpinan) dan dewas dan itu 1×24 jam harus keluar,” bebernya.

“Ketika sudah akan dilakukan peningkatan ke penyidikan itu sudah dipastikan bahwa di penyidikan sudah ada calon tersangka,” ungkap Lili.

Penulis : Ltf/Tim

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen01 November 2026 17:13
Pengawasan APBD di Wajo, Sufriadi Arif Respons Keluhan Warga soal Pemadaman Listrik
WAJO, Trotoar.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, turun langsung menemui masyarakat dalam agenda Pengawasan Pelaksanaan ...
Metro01 November 2026 15:17
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Gaungkan Literasi Keuangan Syariah
MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan masyarakat memadati kawasan depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (1/11/2026), untuk mengikuti kegiata...
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...