TROTOAR.id, Takalar – Buntut rapat pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Pertanggung Jawaban Bupati (LPJP) 2020 ricuh, lahirkan babak baru.
Di mana saat itu Ketua Badan Kehormatan DPRD Takalar Andi Noor Zaelan alias Andi Ellang yang juga Ketua PDIP Takalar tersebut mengeluarkan double stick dari pinggangnya lalu ‘menghantam’ dua Anggota DPRD ketika ribut.
Kepala Anggota DPRD Johan Nojeng dari Fraksi PBB pun bersimbah darah di Ruang Bamus terkena double stick berulang-ulang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.40 Wita, Senin (3/5/2021). Lalu ia dilarikan ke RSUD H Pajonga Daeng Ngalle untuk mendapatkan perawatan dengan tujuh jahitan di bagian kepala dan luka satu jahitan di lengan kiri.
Baca Juga :
Selain itu, Anggota DPRD dari PAN Bakri Sewang juga memgalami luka robek di kepala dan memar di lengan sehingga harus juga dirawat di RSUD Takalar.
Kejadian bermula saat Johan Nojeng memprotes usaha pembahasan ulang panitia LKPJ yang sehari sebelumnya sudah sudah ditetapkan.
”Andi Elang (Andi Noor Zaelan) marah karena saya protes dan meminta agar dilakukan pooling untuk menentukan apakah pembahasan pembentukan panitia LKPj dilakukan ulang atau tidak. Karena kemarin itu sudah selesai dan kuorum,” kata Johan di IGD RS Padjonga Daeng Ngalle.
Lapor Polisi
Aksi premanisme Ketua PDIP Takalar Andi Ellang itu diseret ke polisi oleh Johan dan Bakri. Keduanya melapor ke Polres Takalar.
Keduanya tidak terima dengan perlakuan kasar dan anarkis Andi Ellang.
“Kami sudah melaporkan saudara Andi Ellang ke Polres Takalar, ini sudah keterlaluan,“ kata Bakri Sewang, Senin, (3/5/2021). (Adhy/Tr)



Komentar