Buka Diskusi Publik Rencana Penanggulangan Bencana, Abdul Hayat Ingatkan Protokol Kesehatan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 27 Juli 2021 14:26

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, membuka secara resmi Diskusi Publik Rencana Penanggulangan Bencana Provinsi Sulsel Tahun 2021 hingga 2025,
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, membuka secara resmi Diskusi Publik Rencana Penanggulangan Bencana Provinsi Sulsel Tahun 2021 hingga 2025,

Trotoar.id, Makassar — Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, membuka secara resmi Diskusi Publik Rencana Penanggulangan Bencana Provinsi Sulsel Tahun 2021 hingga 2025, yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, di Hotel Arthama, Senin, 26 Juli 2021.

Dalam sambutannya, Abdul Hayat mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan diskusi publik rencana penanggulangan bencana ini. Ia juga mengingatkan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Karena saat ini, Sulsel terkonfirmasi masuk dalam PPKM level 4, terutama Makassar dan Toraja Utara.

“Kita tentu prihatin atas itu, akan tetapi kita juga tidak boleh lengah terhadap kejadian tersebut. Kita tetap semangat, dan tetap menjaga kesehatan,” ucap Abdul Hayat sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Menurut Abdul Hayat, dalam diskusi publik, tentu akan hadir gagasan rencana penanggulangan bencana kedepan. Dimana, proses-proses yang diinginkan adalah upaya preventif. Untuk itu, harus dilakukan sejak dini.

Sebelum kegiatan diskusi publik ini, lanjut Abdul Hayat, sudah dilakukan pertemuan di Hotel Maxone, tentang rencana induk penanggulangan bencana. “Dan hari ini, kita ingin lebih mendiskusikan seperti apa sebenarnya di lapangan. Seperti apa yang dilakukan, prakondisi, pemetaan, pengukuran, tindak lanjut, kemudian monitoring dan evaluasi,” terangnya.

Ia berharap, fakta di lapangan sama dengan data yang dimasukkan di daerah masing-masing kabupaten/kota.

“Saya pikir ini adalah tugas bersama, bukan tugas dari BPBD sendiri, dan itu perlu dukungan dari seluruh stakeholder terkait,” imbuhnya.

Jika memungkinkan, Abdul Hayat berpesan agar lembaga vertikal seperti Bazarnas, bisa melakukan Focus Group Discussion (FGD) guna mendapat dukungan dan masukan. “Karena yang diinginkan adalah semua harus terjadi pemberdayaan. Baik pemberdayaan manusia, infrastruktur, maupun pemberdayaan sumber daya alam, serta dukungan-dukungan lainnya,” ungkapnya. (*)

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen02 September 2026 15:40
Fraksi Gerindra Sulsel Gelar Bimtek, Tingkatkan Kapasitas Anggota DPRD agar Program Lebih Berpihak kepada Rakyat
MAKASSAR, Trotoar.id — Fraksi Partai Gerindra Sulawesi Selatan terus memperkuat kapasitas para kadernya yang duduk di lembaga legislatif.  Salah sa...
Nasional02 September 2026 02:06
Pangdam XIV/Hasanuddin Tenangkan Istri Prajurit, Rumahnya Dilalap Si Jago Merah di Asrama TNI Mattoangin
MAKASSAR, Trotoar.id — Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat tempat pulang yang dibangun dengan susah payah, tiba-tiba berubah menjadi bar...
Metro01 September 2026 19:45
Raih 44 Emas, Sulsel Juara Umum Kejurnas Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung 2026
MAKASSAR, Trotoar.id — Kontingen Pengurus Daerah (Pengda) Karate-Do Gojukai Indonesia Sulawesi Selatan tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional ...
Olahraga01 September 2026 18:41
Piala Gubernur Sulsel 2026 Bergulir, Enrekang-Bone-Jeneponto Buka Turnamen dengan Kemenangan Telak
MAKASSAR, Trotoar.id— Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 resmi bergulir serentak di empat zona regional. Pada laga pembuka, Enrekang, Bone, dan Je...