TROTOAR.ID, JAKARTA – Politikus Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa mendorong kebijakan lockdown dengan penuh semangat sambil mengusul bantuan 1 juta per keluarga per bulannya. Menurutnya tidak tepat.
“Mengusulkan Lockdown dgn semangat tinggi dan usul bantuan 1 Jt / keluarga / bulan. Pak, mmg hidup rakyat ini hanya 1 Jt / bulan?” Cuitnya dia di twitnya, Jumat 30 Juli 2021.
Sebelumnya, usulan ini pernah dilontarkan oleh Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Tetapi hal itu rupanya diprotes oleh Ferdinand Hutahaean.
Baca Juga :
Ferdinand melihat tujuan daripada usulan lockdown tersebut hanya akan membuat situasi Indonesia makin tidak terkendali.
Bahkan, dia menyebut bahwa jika situasi tak terkendali akibat lockdown, maka ekonomi juga akan lumpuh, disertai chaos di mana-mana, sehingga Presiden Joko Widodo akan dengan dijatuhkan
“Saya melihat tujuan usulan Lockdown ini hanya utk bikin situasi tak terkendali, ekonomi mati, chaos dimana2. Dgn begitu mudah jatuhkan Jokowi,” tuturnya.
JK usul lockdown
Beberapa hari yang lalu, Jusuf Kalla mengatakan bahwa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM hingga 2 Agustus mendatang. Bersamaan perpanjangan PPKM mulai 26 Juli lalu, sejumlah aturan juga sedikit dilonggarkan.
Menurut JK, pelonggaran PPKM merupakan “Jalan tengah” yang membuat penanganan Covid-19 menjadi lebih sulit. Olehnya, JK setuju dilakukan lockdown, dibarengi Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus berjalan optimal.
“Sejak awal kita sependapat bahwa ada pengetatan, lockdown. Tetapi, semua masyarakat yang tidak mampu harus disubsidi minimal Rp 1 juta per bulan,” tutur JK, Senin (26/7/2021).
JK juga menilai bantuan yang selama ini diberikan berupa uang Rp300 ribu perbulan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.
“(Rp 300 ribu) pasti tidak cukup. Kalau dikasih satu keluarga Rp 1 juta itu kan berarti bisa beli beras 100 kilo, yang beli beras hanya 25 kilo itu kan butuhnya Rp 250 ribu, itu lain-lain bisa dibeli untuk kebutuhan pokok. Tidak menyenangkan, pastilah tidak. Tapi ini jalan keluar untuk penyelesaian,” imbuh Wakil Presiden RI 2014-2019 ini. (Alam)



Komentar