Kunjungi Lokasi Kebakaran di Kampung Lepping, PKK Sulsel Beri Bantuan

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 14 Agustus 2021 11:30

Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengunjungi lokasi kebakaran di pemukiman padat penduduk di Kompleks Lepping, Jalan Muhammad Tahir, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat, 13 Agustus 2021. Kebakaran dahsyat ini menghanguskan 110 rumah.
Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengunjungi lokasi kebakaran di pemukiman padat penduduk di Kompleks Lepping, Jalan Muhammad Tahir, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat, 13 Agustus 2021. Kebakaran dahsyat ini menghanguskan 110 rumah.

Trotoar. Id, Makassar — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengunjungi lokasi kebakaran di pemukiman padat penduduk di Kompleks Lepping, Jalan Muhammad Tahir, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat, 13 Agustus 2021. Kebakaran dahsyat ini menghanguskan 110 rumah.

Kunjungan PKK Sulsel ini bertujuan mengetahui langsung kondisi korban, sekaligus memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari. Seperti pasta gigi, sampho, popok, sarung, daster dan jilbab. Bantuan ini merupakan bantuan awal yang akan disalurkan.

“Ini merupakan bentuk kunjungan untuk memberikan support moril dan materil kepada korban kebakaran,” kata Sekretaris PKK Sulsel, Zulfitriany Dwiyanti Mustaka.

Ia menjelaskan, PKK melakukan penggalian lebih dalam tentang kebutuhan warga. Misalnya ditemukan bahwa selain kebutuhan untuk membangun rumah kembali, juga kebutuhan pemenuhan dapur darurat di bagian belakang lokasi, karena hanya tersedia di bagian depan kompleks warga saat mengambil kebutuhan makanan sehingga harus berjalan jauh. Selain itu, persoalan penanganan kesehatan serta kebutuhan dukungan psikologi anak-anak pasca peristiwa ini.

“Kami langsung melihat ke lokasi, bukan hanya di depan tetapi kami masuk sampai ke belakang. Kita seolah-olah masuk dalam satu kompleks di mana satu kompleks itu kebakaran. Karena kehadiran kita tadi di sana sekaligus meminta dan berbicara langsung ke masyarakat,” sebutnya.

Warga korban masih sangat membutuhkan sandang, utamanya selimut, kasur dan kompor untuk kembali memasak. Mereka tidak ke pengungsian, tetapi mereka bertahan di lokasi rumah masing-masing dengan memasang terpal sebagai atap pengganti rumah.

“Dapur umum hanya ada di depan, sementara jarak antara yang ada di depan dengan belakang itu ada sekitar 200 meter, di mana kita harus melewati lorong-lorong yang penuh bekas kebakaran. Dan itu sangat riskan di malam hari ketika mereka harus mengambil makanan. Karena masih ada pecahan beling, banyak paku dan kayu berserakan,” jelasnya.

Pemeriksaan kesehatan juga sangat dibutuhkan mengantisipasi warga dapat infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) karena banyaknya debu-debu sisa kebakaran. Tambahnya, di peristiwa kebakaran ini kebutuhan dasar masyarakat perlu segera dipenuhi. Namun di masa pandemi untuk tidak melupakan pemenuhan masker bagi warga.

“Tetapi di masa Covid-19 dengan banyaknya tamu yang datang memberikan bantuan, saya rasa itu juga bisa jadi pertimbangan bahwa mereka untuk dibagikan masker,” ujarnya.

Bagi anak-anak korban kebakaran, berdampak secara psikologis dan emosional. Anak bisa trauma atas sebuah peristiwa dengan cara berbeda. Inilah mengapa dibutuhkan untuk memberikan dukungan dan pendampingan hingga kondisi benar-benar telah kembali membaik.

“Kemudian yang penting yang akan kami tidak lanjuti adalah bagaimana mengembalikan psikologi anak-anak. Karena di sana yang jadi korban anak-anak banyak,” ucapnya.

“Tadi kelompok anak yang sempat saya temui mereka semangat. Karena kita membagikan sesuatu. Saya rasa itu hanya bersifat sementara yang harus dipikirkan bagaimana mereka, karena ini bukan persoalan satu atau dua bulan. Jadi mungkin ini akan jadi perhatian kami, kami akan membuat posko bagaimana mengembalikan psikologi anak-anak ini kerjasama dengan PKK Makassar,” tambahnya.

Dari identifikasi kebutuhan tersebut, Zulfitriany menyebutkan, PKK Sulsel akan berkolaborasi dengan beberapa organisasi wanita, termasuk beberapa dinas yang bisa mensupport. (*)

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah21 April 2026 19:17
Permudah UMKM, Inovasi “MALOMO” Hadirkan Izin Pangan Cepat dan Gratis di Sidrap
SIDRAP, Trotoar.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menghadirkan terobosan dalam pelayanan publik melalui inovasi bert...
Metro21 April 2026 18:47
Pemprov Sulsel Salurkan Berbagai Bantuan untuk Korban Bencana
MAKASSAR, Trotoar.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada korban bencana, baik bencana alam, bencana so...
Daerah21 April 2026 17:14
Teteaji, Polewali, dan Teppo Jadi Lokus Baru Desa Cantik, Sidrap Perkuat Pembangunan Berbasis Data
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat arah pembangunan berbasis ...
Parlemen21 April 2026 16:25
Lantik Haris Abdul Rahman, Rachmatika Dewi: Kami Akan Terus Perjuangkan Hak-Hak Perempuan
MAKASSAR, Trotoar.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Tika Dewi, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak perempua...