Trotoar.id, Bolaang Mongondow Timur, Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 23 Agustus 2021 di Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital”.
Program kali ini dipandu Fadel Karnen sebagai moderator dan menghadirkan empat orang narasumber, yakni Kepala Sekretariat Mafindo, Dewi Sartika Sari; Komunitas Ngoding Bareng, Grysiana Rintani Mokodompit; Co-Founder Lankaki.com, Fajarianto Abukasi; Nation Ambassador, Akbar Datau.
Baca Juga :
Kegiatan kali ini diikuti oleh 1.032 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.
“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Sebagai keynote speaker, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, mengatakan pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayahnya untuk menyukseskan webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika ini.
Hal senada juga diungkapkan Plt Kadis Komunikasi dan Informatika Bolaang Mongondow Timur, Ikhlas Setiawan Pasambuna. Sementara, Kadis Pendidikan Bolaang Mongondow Timur, Yusri Damopolii, mengajak semua pihak untuk dapat mendukung program peningkatan literasi digital ini demi memajukan kualitas pendidikan.
Pemateri pertama, Dewi Sartika Sari, menyampaikan tema “Penggunaan Dompet Digital dalam Transaksi Daring”.
Menurut dia, langkah-langkah memanfaatkan dompet digital adalah mengunduh aplikasi, baca persyaratan, verifikasi akun, atur pin dan kata sandi, kemudian aktivasi akun Anda dengan memasukkan informasi pribadi.
“Hati-hati, kata sandi dan PIN itu seperti celana dalam. Sering-sering diganti, harus rahasia, dan jangan dibagikan ke orang,” kata dia.
Selanjutnya, Akbar Datau mengusung paparan berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia mengatakan, belanja daring adalah transaksi pertukaran barang atau jasa yang berlangsung di dunia digital.
Penjual dan pembeli dapat mendaftarkan diri sesuai dengan ketentuan di masing-masing platform lokapasar. Payung hukum perdagangan ini diatur dalam UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Pemateri ketiga, Grysiana Rintani Mokodompit, membawakan materi bertema “Pilih Mana, Menabung atau Belanja Online”.
Menurut dia, kemudahan belanja daring ditambah tawaran promo bisa memicu sikap konsumtif. Sehingga, masyarakat harus bijak dalam mengatur keuangan agar bisa menabung.
“Menabung itu penting. Supaya pengeluaran bisa seimbang, buat daftar belanja dan lakukan perbandingan daftar harga saat ingin berbelanja,” pesannya.
Adapun narasumber terakhir, Fajarianto Abukasi, menyampaikan paparan berjudul “Main Aman Saat Belanja Online”. Ia mengatakan, Kepolisian RI selama kurun waktu 2016-2020 telah mencatat 7.047 kejadian kasus penipuan daring.
“Tips belanja aman di internet, pilihlah toko atau lokapasar terpercaya, membaca teliti deskripsi produk, serta periksa rating dan ulasan dari pembeli sebelumnya,” imbuhnya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Salah satu peserta,
Natasha, bertanya tentang kiat membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam berbelanja daring. Grysiana mengatakan, cara paling mudah adalah mengklasifikasikan barang-barang apa saja yang masuk kriteria prioritas atau bukan.
“Jangan mudah tergoda tawaran diskon dari lokapasar,” pesannya.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.



Komentar