Trotoar.id, Kendari — Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo kembali dilaksanakan secara virtual di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Selasa, 24 Agustus 2021.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab”.
Program kali ini menghadirkan 703 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Ketua SATGAS Pemuda COVID-19 Sulteng, Andi Baso Amirul Haq; seniman dan bankir, Fildzah Burhan; dosen dan peneliti, Alfiah Fajriani; serta Web Developer dan Programmer, Zulqifli Hedrianto Tahir.
Baca Juga :
Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Dyah Larasati. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.
“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama adalah Andi Baso yang membawakan materi bertema “Informasi, Identitas dan Jejak Digital”. Menurut dia, buatlah kata sandi yang kuat, gunakan verifikasi dua langkah, gunakan aplikasi resmi, dan gunakan gawai pribadi agar keamanan akun media sosial kita terjaga saat berselancar.
Berikutnya, Fildzah menyampaikan materi berjudul “Cerdas dan Bijak dalam Bermedia Sosial”. Ia mengatakan, karakteristik beretika di media sosial antara lain memastikan informasi yang kita sebar benar, bermanfaat dan penting, menghargai hak cipta serta menebar positivisme. “Cerdas saja tidak cukup, cerdas dan bijak itu lebih dari cukup,” ungkapnya.
Sebagai pemateri ketiga, Alfiah membawakan tema “Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar di Dunia Digital”. Menurut dia, penting bagi masyarakat majemuk mengatasi berbagai perbedaan dan keberagaman budaya dalam kehidupan bersama.
Budaya luhur bangsa harus dipegang teguh dalam setiap interaksi sosial nyata maupun maya. “Nilai-nilai Pancasila harus juga jadi pedoman dalam kehidupan digital kita,” pesannya.
Adapun Zulqifli, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Yuk, Pahami Fitur Keamanan Digital di Aplikasi Sosial Media”.
Ia mengatakan, mengetahui fitur proteksi perangkat keras, identitas dan data digital, jenis penipuan daring, serta pengelolaan rekam jejak media digital merupakan kompetensi dasar untuk menjaga keamanan dalam beraktivitas di dunia maya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator.
Antusiasme para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber dihargai panitia dengan memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Salah satu pertanyaan menarik peserta diantaranya tentang bagaimana cara efektif mengurangi kekerasan atau perundungan digital pada anak. Narasumber menjelaskan bahwa sebaiknya anak didampingi orang tua dan diberikan pemahaman etika serta kecakapan digital.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.



Komentar