Trotoar.id, Minahasa Selatan — Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 24 Agustus 2021 di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diangkat pada hari ini adalah “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”.
Program kali ini dipandu Made Dwi Andjani selaku moderator dengan menghadirkan empat narasumber, yaitu Ahmad Yusran selaku praktisi media digital; Yopi selaku anggota dari Yayasan Panorama Alam Lestari; Fadilah selaku pemerhati perempuan dan anak; dan Ivanry Matu selaku Executive Regional Director Indonesian Council Small Business (ICSB) Indonesia Timur.
Baca Juga :
Pada webinar kali ini diikuti oleh 934 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi diselenggarakan dengan menargetkan 57.550 peserta.
Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa.
“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” tutur Presiden.
Pemateri pertama adalah Ivanry Matu dengan tema “Tips dan Trik Bertransaksi Digital dengan Mudah dan Aman”. Dalam sesinya, ia membagikan beberapa tips agar aman dalam bertransaksi digital, yaitu mengunduh dan menggunakan aplikasi terpercaya, kredibel, terdaftar di OJK, dan mengganti kata sandi setidaknya sebulan sekali untuk menghindari peretasan akun.
Selanjutnya, Fadilah membawakan tema “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online”. Ia menjelaskan bahwa pembayaran melalui dompet digital umumnya terdiri dari dua metode, yaitu metode pembayaran semi daring, di mana pembayaran dilakukan dengan sistem daring, namun melalui perantara kasir dan metode pembayaran daring, di mana pembayaran dilakukan secara mandiri seperti saat berbelanja di lokapasar.
Ahmad Yusran selaku pemateri ketiga membawakan tema “Etika Jurnalisme di Era Digital”. Ia menyatakan bahwa etika digital menggali lanskap hukum serta etika yang berubah di ruang digital dan mengeksplorasi pendekatan produktif untuk berteori, memahami, dan menavigasi berbagai masalah etika yang terjadi di dunia digital.
Sesi pemberian materi diakhiri oleh Yopi yang membawakan tema “Penipuan di Internet dan Cara Menghindarinya”.
Menurut dia, pelaku penipuan transaksi digital dapat melakukan aksinya dengan berbagai cara, seperti menginstruksikan untuk pergi ke ATM terdekat atau meminta korban untuk mengirimkan foto KTP/SIM/identitas lainnya.
Selanjutnya, moderator melanjutkan acara dengan sesi tanya jawab yang ditanggapi secara antusias oleh para peserta. Terdapat hadiah berupa uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 yang diberikan oleh panitia kepada 10 penanya yang beruntung.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.
Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta bernama Siti yang menanyakan bagaimana cara membedakan uang digital yang aman. Menurut Ivanry, hal ini dapat diatasi dengan melakukan pengecekan apakah aplikasi uang digital tersebut telah terdaftar di OJK atau belum. Namun, segi keamanan dari pengguna juga diperlukan.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.



Komentar