Trotoar.id, Banggai Kepulauan – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 31 Agustus 2021 di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Bersama Lawan Kabar Bohong”.
Program yang dipandu oleh Arin Swandari ini dihadiri oleh 999 peserta dan menghadirkan empat narasumber, Koordinator Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako, Andi Akifah; Redaktur Utama Tempo, Mustafa Silalahi; Ketua Umum Instanusantara Indonesia dan pegiat medsos, Imran Rosadi; serta narablog dan perajin, Irma Suryani.
Baca Juga :
Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri.
Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama, Andi Akifah, mengusung tema ‘Digital Skills’. Ia mengatakan, perkembangan teknologi komunikasi berdampak pada perubahan gaya hidup, pendidikan, sosial, dan budaya yang kemudian membentuk masyarakat digital.
Akifah juga menjelaskan tentang definisi informasi, identitas, dan jejak digital berikut tips melindungi informasi, identitas, dan jejak digital.
“Cari informasi sesuai kebutuhan, pilih sumber informasi yang valid, saring konten, perhatikan perangkat mobile, periksa jejak digital, dan bangun citra diri positif,” urainya.
Pemateri berikutnya, Mustafa Silalahi, membawakan materi ‘Etika Dunia Digital (Melawan Hoaks)’. Pria yang akrab disapa Moses ini mengawali paparannya dengan contoh-contoh hoaks, sejarah hoaks, platform digital yang banyak berisi hoaks, motif pembuat hoaks, dan alasan orang percaya hoaks.
“Untuk menghindarinya, perbanyak membaca informasi resmi, skeptis, kurangi waktu berselancar di media sosial, hati-hati terhadap judul provokatif, cross-check data, gunakan logika, serta perhatikan alamat situs,” pesannya.
Pemateri ketiga, Imran Rosadi, menyampaikan tema ‘Digital Culture: Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital’.
Ia mengatakan, kebebasan berpendapat merupakan bagian dari hak asasi dan ada sejumlah landasan hukum yang melindunginya. “Terkait perkembangan dunia digital, ada etika dalam menyampaikan pendapat di dunia digital, yaitu tanggung jawab, empati, autentik, kearifan, dan integritas,” ujarnya.
Adapun pemateri terakhir, Irma Suryani, membawakan tema ‘Digital Safety: Tips dan Pentingnya Internet Sehat’. Menurut dia, internet memiliki dampak positif sekaligus negatif, misalnya perundungan siber. Sehingga, orang tua perlu memahami dan menerapkan digital parenting.
“Poin yang dititikberatkan di digital parenting, yaitu upgrade wawasan terkait teknologi; edukasi teknologi sesuai usia dan perkembangan anak; gawai hanya dipinjamkan, bukan diberikan; serta buat aturan main yang jelas,” katanya.
Setelah sesi pemaparan materi selesai, moderator melanjutkan kegiatan tersebut dengan sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
“Seperti yang kita tahu, banyak masyarakat yang tidak cakap digital, sehingga tidak mampu mengawasi anaknya yang belajar secara daring dan ini memberikan kesempatan pada anak untuk menyalahgunakan internet saat pembelajaran berlangsung. Bagaimana solusinya menurut mbak Akifah?” tanya Icha Sinaga, salah satu peserta webinar.
Andi Akifah mengatakan, kurangnya kecakapan digital, terutama di daerah yang akses internetnya terbatas, menjadi kendala dalam pembelajaran daring. Namun, seiring waktu, orangtua sekarang sudah mulai aware dengan internet.
“Saran saya, jika orangtua tidak terlalu paham, minimal dia bisa mendekati si anak, cari tahu seperti apa internet, dan bagaimana caranya agar anak bisa lebih terbuka. Orangtua memang harus mengawasi dan menjaga anak-anaknya,” terang Akifah.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.



Komentar