Trotoar.id, Makassar — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Negeri Makassar kembalinmenggrlar sidang lanjutan kasus dugaan supaya dan gratifikasi yang menjadikan Nurdin Abdullah Sebagai terdakwa
Pada sidang ayang menghadirkan beberapa orang sebagai saksi terungkap jika Uang dugaan suap dari salah seorang pengusaha di serahkan di sekitar jalan Pattimura atau di sekitar taman Macam.
Setelah penyerahan uang, Edy Rahmat mantan sekretaris Dinas PUTR bergegas pergi hingga harus berpindah-pindah mobil dan sehingga berputar di sekitar lego-lego yang di tempat itu juga Nurdin Abdullah nerada.
Baca Juga :
Irfandi Sopir Edy Rahmat yang hadir dalam sidang lanjutan membeberkan kronologis perjalanan hingga uang yang disimpan dalam koper dan ransel berpindah dari mobil Anggng Sucipto ke mobil Edy Rahmat yang dikemudikannya
Irfandi menceritakan, jika dirinya diminta Edy Rahmat untuk mengantarkannya ke Rumah makan Nelayan dijalan Ali Malaka, disana dia cuma di suruh menanti diatas mobil.
Tak lama kemudian, seorang pria mengetuk kaca mobilnya dan menyampaikan jika Edy Rahmat pindah tumpangan ke Mobil Agung Sucipto,
Kemudian Edy Rahmat meminta dirinya untuk mengikuti mobil sedan BMW dengan nomor Polisi DD 1 AG dari belakang, setelah berjalan tak berapa lama, mobil yang diikutinya berhenti di sekitar jalan Pattimura, disana pemindahan tas ransel dan koper dilakukan
‘Saya diminta antara pak Edy ke RM nelayan, disana saya disamperin seseorang yang belakangan saya tau supir Agung Sucipto, dan pak Edy meminta saya mengikuti mobil Sedang BMW, dan berhenti di Jalan Pattimura, disana dilakukan pemindahan tas dan koper, ” Katanya
Tak lama kemudian Edy Rahmat kembali ke mobil yang dikemudikan Irfandi, dan di mobil Edy menyebutkan jika Koper dan tas berisi uang.
Setelah itu, Edy meminyanya mengarah ke arah pelabuhan (Jalan Nusantara) disana saya kemudian diarahkan untuk berhenti, kemudian Edy Rahmat turun dan berpindah ke mobil CRV, yang tidak diketahui siapa diatas mobil tersebut
Tak lama kemudian, dirinya diminta Edy menuju pantai Losari, karena dirinya takut karena mengangkut uang yang jumlahnya besar, dia berputar-putar dahulu di sekitar leglo-lego hingga akhirnya memarkirkan kendaraan yang di depan masjid terapung pantai Losari
“Dari Pattimura, Pak Edy Mengarahkan saya ke jalan Nusantara disana, Pak Edy berpindah mobil CRV, dan saya diarahkan standby di sekitar Pantai Losari,” Katanya
Selang berapa waktu, Edy Rahmat kembali kemobil dan memerintahkan dirinya untuk pulang kerumah jalan Hertasning, sesampai di rumah Edy, Irfandi sempat keluar rumah untuk berbelanja di sebuah minimarket
Sesampai dirumah Edy, dia melihat sejumlah penyidik KPK sudah ada didalam rumah, dandi arahkan ke sebuah ruangan dan meminta dirinya berdiam di ruangan tersebut.




Komentar