JAKARTA – Kritikus Politik Faizal Assegaf menanggapi perkataan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon yang menyebutkan bahwa paham komunis menyusup ke tubuh TNI.
Isu tersebut bermula dari hilangnya patung Soeharto-Nasution di museum Kostrad. Sehingga Gatot menganggap ada upaya menghilangkan sejarah para pemimpin saat itu melawan pemberontak PKI, “Ini berarti sudah ada penyusupan di dalam tubuh TNI,” tutu Gatot pada diskusi bersama KAHMI dikutip dari akun Youtube Kang Yana Tea pada Senin, (27/9).
“Mau tidak mau, kita harus mengakui dalam menghadapi pemberontakan G30S/PKI, peran Kostrad, peran sosok Soeharto, peran Kopassus, dan Sarwo Edhi dan peran Jenderal Nasution dan peran KKO, jelas akan dihapuskan dan patung itu tidak ada. bersih,” kata Gatot.
Baca Juga :
Kemudian hal ini ditanggapi juga oleh Fadli Zon. Ia lantas merasa jika apa yang diungkapkan oleh Gatot adalah benar maka ini berbahaya.
“Ada yg ingin membelokkan sejarah atau menghapus sejarah. Kalau benar yg dikatakan Jenderal Gatot, ini adalah tanda bahaya,” terang Fadli di Twitternya, Senin, (27/9).
Selain itu, ada Faizal Assegaf yang juga memberi respons yang tak kalah tegangnya. Ia bahkan menyebut kalau Indonesia memang memiliki kerjasama strategis dengan negara yang berideologi komunis yakni China.
“Komunis seperti apa yg diklaim menyusup ke TNI bung @fadlizon & pak Gatot? Klu ada bukti2 adukan ke pres @jokowi, agar tdk terkesan seolah di era kekuasaan JKW makin subur ideologi komunis, tentu tdk elok. Toh RI kerjasama strategis dgn China yg berideologi komunis, biasa aje!,” tulisnya di twitter, Senin, (27/9).



Komentar