Tak Percaya Lagi Pada KPK, Masyarakat Sipil di Sulsel Luncurkan Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi

Awal Febri
Awal Febri

Kamis, 30 September 2021 23:48

Posko tersebut didirikan di Jalan Nikel I, Kota Makasaar, Sulsel, Kamis (30/9) malam || Dok: Alam.
Posko tersebut didirikan di Jalan Nikel I, Kota Makasaar, Sulsel, Kamis (30/9) malam || Dok: Alam.

MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar meluncurkan Posko Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama sejumlah masyarakat sipil dan mahasiswa. 

Alasan peluncuran tersebut rupanya sebagai bentuk ketidak percayaannya pada KPK yang ada saat ini.

Posko darurat itu didirikan untuk rakyat yang berada pada garis kemiskinan, rentan dan marjinal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Hak Sipil dan Politik LBH Makassar, Andi Haerul Karim. 

Pihaknya menegaskan bahwa kepercayaan publik pada KPK telah hilang. Padahal, kata Haerul Karim, KPK adalah simbol reformasi.

“Kita menghadirkan posko darurat pemberantasan korupsi bahwa kita menarik diri kepercayaan kita pada KPK,” kata pria yang akrab disapa Haerul itu saat diwawancarai trotoar.id, Kamis (30/9).

Menurutnya, proses pemberantasan korupsi harus dikembalikan kepada rakyat, “Karena KPK tidak lagi ada pada rel yang kita harapkan,” terangnya.

Selain itu, Haerul menjelaskan bahwa ini adalah bentuk dukungan rakyat pada pemberantasan korupsi dan dukungan pada pegawai KPK yang dipecat.

“Pegawai KPK yang diberhentikan itu bagi kami sangat tidak sesuai dengan aturan yang ada, hal ini bisa dikonfirmasi lewat putusan Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Ombudsman, dan Komnas HAM,” bebernya.

Tolak Bala

LBH Makassar bersama masyarakat sipil juga melakukan tolak bala sebagai simbol agar bencana pemberantasan korupsi segera hilang.

Dan pegawai KPK yang dipecat dapat segera kembali bekerja di gedung merah putih pemberantasan korupsi itu.

“Karena kita menganggap pegawai yang dipecat ini adalah pegawai yang berintegritas, punya semangat untuk memajukan Indonesia dari segi pemberantasan korupsi,” tuturnya.

Siapa yang mampu mengakhiri polemik ini?

Semua polemik atau bencana yang menimpa pemberantasan korupsi ini dinilai hanya dapat diselesaikan oleh Presiden Joko Widodo.

Sebab, kata Haerul, otoritas yang dipegang oleh Jokowi adalah yang tertinggi sehingga dialah sosok yang dapat mengakhiri problem pemberantasan korupsi itu.

Sekedar diketahui bahwa peluncuran ini dilakukan bersama sejumlah organsiasi di antaranya, LBH Makassar, ACC Sulawesi, Walhi Sulsel, Garda Tipikor, dan FOSIS.

-Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Uncategorized03 Agustus 2026 17:08
Sufmi Dasco Dijadwalkan Buka Rakorda Gerindra Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan akan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pada 4 Agustus ...
Daerah03 Agustus 2026 16:35
Belajar dari Malang, TP PKK Bulukumba Perkuat Strategi Turunkan Stunting dan Bangun Kolaborasi Antar Daerah
Malang, Trotoar.id – Upaya menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan keluarga tidak mengenal batas wilayah. Semangat itulah yang membawa Tim P...
Metro03 Agustus 2026 16:13
Munafri Turun Langsung Taklukkan 10K, SMAnSA Run 2026 Kian Kukuhkan Makassar sebagai Kota Sport Tourism
MAKASSAR, Trotoar.id – Ribuan pelari memadati Jalan Jenderal Sudirman sejak fajar menyingsing, Minggu (2/8/2026). Di tengah semangat para peserta, W...
Metro02 Agustus 2026 22:04
Jelajah Sampah Tiba di Ujung Pandang, Melinda Aksa Munafri Perkuat Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah
Trotoar.id, Makassar – Upaya Pemerintah Kota Makassar mengubah wajah pengelolaan sampah terus bergerak dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Mem...