Trotoar.id, Makassar — Wakil ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menyebut, progres pembangunan rel kereta api Makassar-Parepare masih memiliki beragam terkendala lahan stya kendala pembebasan lahan yang masih menjadi persoalan utama .
Hingga Ketua DPD Partai Gerindra tersebut menyebut jika kereta Api di Sulsel ibarat kereta api yang ada di taman mini Indonesia Indah
“Kami meninjau progres pembangunan Jalur kereta api Makassar Parepare, masih di ibu-ibu saja, dan persoalan yang dihadapi persoalan lama yang tak kunjung terselesaikan, ” Katanya
Baca Juga :
Dia menegaskan kepada Dirjen Perkeretaapian proyek kereta api di luar pulau Jawa tersebut telah di resmikan oleh Presiden Joko Widodo jika realisasi proyek tersebut tidak terselesaikan hingga tahun depan makan
Akan berdampak pada keseriusan n presiden dalam meratakan pembangunan.
Mega Proyek Kereta Api Trans Sulsel digagas sejak tahun 2015, dimana lebih kurang 10 tahun proyek tersebut tak kunjung terselesaikan, apalagi persoalan pembebasan lahan sebelumnya ditargetkan selesai tahun 2018, namun apa sampai sekarang persoalan masih terjadi.
“Direncanakan selesai 2018. Sekarang 2021, saya yakin 2024 tidak selesai ini, dua periode kami menjabat, ini tidak selesai-selesai ini,” kata Andi Iwan.
Dia juga berharap agar kiranya kelanjutan pembangunan jalur kereta Api di Sulsel bisa ikut melibatkan pengusaha lokal, sebab selama proses pengerjaan mega proyek tersebut kontraktor yang ikut mengerjakan proyek tersebut cuma dikerjakan kontraktor Luar Sulsel dan BUMN
Apa lagi salah satu tujuan dilakukannya pembangunan kereta Api di Sulsel untuk melakukan pemerataan pembangunan termasuk pemerataan bagi pengusaha lokal Sulsel,
“Pengusaha lokal yang ada di Sulsel cuaca jadi penonton saja tentang proyek kereta api, bahkan pengusaha kecil saja tidak diakomodir apa lagi yang besar. Ingat anggaran yang diberikan untuk proyek tersebut tidak kecil bahkan nilainya mencapai triliunan rupiah harus ada pemerataan, bagaimana pengusaha lokal diakomodir,” katanya.



Komentar