24 Kabupaten/Kota di Sulsel Berkumpul di Makassar Evaluasi Kesiapan Pariwisata Pasca Pandemi, Ini Kata Prof Jufri

Suriadi
Suriadi

Selasa, 09 November 2021 16:32

Saat para Kadis Pariwisata melakukan presentasi secara bergantian mengenai pontensi wisata dan kekurangannya di daerah masing-masing, berlangsung di Hotel Almadera, Selasa (9/11). [Alam/trotoar]
Saat para Kadis Pariwisata melakukan presentasi secara bergantian mengenai pontensi wisata dan kekurangannya di daerah masing-masing, berlangsung di Hotel Almadera, Selasa (9/11). [Alam/trotoar]

trotoar.id, Makassar—Dinas Pariwisata 24 Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berkumpul dalam satu kegiatan besar berupa Rapat Koordinasi (Rakor) di Hotel Almadera, Kota Makassar, Selasa, 9 November 2021. 

Rapat Koordinasi ini dihelat mulai pukul 08:00 WITA, dengan dibuka secara resmi oleh Kepala Disbudpar Sulsel, Prof Muhammad Jufri.

Disbudpar Sulsel juga mengundang Pelaku Industri Pariwisata dari sejumlah Asosiasi Pariwisata. Diantaranya ASITA, PHRI, GIPI, AHLI, ASTINDO, IHGMA, LSP serta Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel. Ditambah akademisi dan stakeholder terkait kepariwisataan.

Kadisbudpar Sulsel, Prof Muhammad Jufri mengatakan bahwa pihaknya mendorong pentahelix pariwisata benar-benar bersinergi dan berkolaborasi untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di tengah Pandemi COVID-19.

Dalam kegiatan tersebut, 24 Kabupaten/Kota mempresentasikan  potensi pariwisata, keunggulan, serta kelemahannya di daerahnya masing-masing.

Hal ini guna mempersiapkan sektor pariwisata pada era baru pasca pandemi yang akan datang.

Prof Jufri menyebut bahwa sebetulnya ada tiga unsur yang terdampak pandemi sehingga melemahkan pariwisata; pertama, adalah infrastruktur sebagai akses pariwisata, Sumber Daya Manusia, dan Pelaku Industri dan Ekonomi Kreatif.

“2022 di depan mata, program dan kegiatan sudah harus difinalkan sekarang. Kita tahu, yakin dan percaya, pemerintah tidak bisa jalan sendiri, jadi semua unsur harus ambil bagian, untuk itu pemerintah daerah harus buka kran, ini kita lakukan di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

Terbukti, Jufri yang menjabat Kadisbudpar sejak 3 pekan terakhir telah membangun sinergitas yang apik dengan hampir seluruh stakeholder, bahkan semua unsur tourism pentahelix telah disasar. 

Jufri berharap, daerah harus punya satu unggulan untuk dikembangkan ke depan, baik itu destinasi wisata, atraksi wisata maupun potensi wisata yang lainnya. [Alam]

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...