trotoar.id, Makassar—Dinas Pariwisata 24 Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berkumpul dalam satu kegiatan besar berupa Rapat Koordinasi (Rakor) di Hotel Almadera, Kota Makassar, Selasa, 9 November 2021.
Rapat Koordinasi ini dihelat mulai pukul 08:00 WITA, dengan dibuka secara resmi oleh Kepala Disbudpar Sulsel, Prof Muhammad Jufri.
Disbudpar Sulsel juga mengundang Pelaku Industri Pariwisata dari sejumlah Asosiasi Pariwisata. Diantaranya ASITA, PHRI, GIPI, AHLI, ASTINDO, IHGMA, LSP serta Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel. Ditambah akademisi dan stakeholder terkait kepariwisataan.
Baca Juga :
Kadisbudpar Sulsel, Prof Muhammad Jufri mengatakan bahwa pihaknya mendorong pentahelix pariwisata benar-benar bersinergi dan berkolaborasi untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di tengah Pandemi COVID-19.
Dalam kegiatan tersebut, 24 Kabupaten/Kota mempresentasikan potensi pariwisata, keunggulan, serta kelemahannya di daerahnya masing-masing.
Hal ini guna mempersiapkan sektor pariwisata pada era baru pasca pandemi yang akan datang.
Prof Jufri menyebut bahwa sebetulnya ada tiga unsur yang terdampak pandemi sehingga melemahkan pariwisata; pertama, adalah infrastruktur sebagai akses pariwisata, Sumber Daya Manusia, dan Pelaku Industri dan Ekonomi Kreatif.
“2022 di depan mata, program dan kegiatan sudah harus difinalkan sekarang. Kita tahu, yakin dan percaya, pemerintah tidak bisa jalan sendiri, jadi semua unsur harus ambil bagian, untuk itu pemerintah daerah harus buka kran, ini kita lakukan di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan,” pungkasnya.
Terbukti, Jufri yang menjabat Kadisbudpar sejak 3 pekan terakhir telah membangun sinergitas yang apik dengan hampir seluruh stakeholder, bahkan semua unsur tourism pentahelix telah disasar.
Jufri berharap, daerah harus punya satu unggulan untuk dikembangkan ke depan, baik itu destinasi wisata, atraksi wisata maupun potensi wisata yang lainnya. [Alam]



Komentar