Kolaborasi Orang Tua dan Guru agar Anak Mempunyai Kemampuan Literasi Digital

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 25 November 2021 12:39

Kolaborasi Orang Tua dan Guru agar Anak Mempunyai Kemampuan Literasi Digital

Trotoar.id, Mamasa — Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 25 November 2021 di Mamasa, Sulawesi Barat.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kegiatan kali ini adalah “Digitalisasi Pendidikan Sulawesi Barat: Pentingnya Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat Gufran Darma Dirawan; guru dan kreator konten Muslimin; Koordinator Proyek Ruangguru Amelia Fitriyanti; dan Wakil Ketua GNLD Siberkreasi Anita A. Wahid.

Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Ariemega selaku peneliti. Sebanyak 1.608 peserta mengikuti kegiatan webinar spesial hari guru kali ini. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Selanjutnya ada pidato kunci dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate. Ia menyampaikan, seiring dengan kemudahan interaksi dan komunikasi dan ditawarkan oleh ruang digital, sisi gelap internet seperti perundungan digital, penyebaran berita bohong, hingga konten radikal terorisme juga turut mengintai.

“Dengan demikian, kecakapan dan peningkatan kompetensi melalui literasi digital bukan saja suatu kebutuhan, namun juga,” katanya.

Kemudian Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat 2019-2024 St. Suraidah menyampaikan, selain kemampuan mengoperasikan IT, pendidik juga perlu memiliki etika di ruang digital.

Etika digital memandu menjaga interaksi sosial sebagai ruang baru masyarakat hari ini. Budaya digital juga menjadi patron perilaku sosial. Etika, keterampilan, dan budaya mesti ditopang dengan pengetahuan tentang keamanan digital. 

Pemateri pertama adalah Gufran Darma Dirawan yang membawakan tema “Kemampuan Literasi Digital yang Wajib Dimiliki Guru”. Gufran menyampaikan tentang masalah-masalah yang dihadapi saat belajar daring selama pandemi.

Dia juga membeberkan panduan belajar daring dari Kementerian Pendidikan, apa yang perlu diperhatikan guru, murid, dan orang tua selama pembelajaran jarak jauh.

Berikutnya,  Amelia Fitriyanti membawakan tema “Digital Culture: Peran Komunitas Akademik dalam Pendidikan di Era Digital”.

Ada beberapa kemampuan baru yang menjadi tuntutan masyarakat abad ke-21, yakni kemampuan menjadi inovator, pengusaha, pembelajar sepanjang hayat, dan bersaing masyarakat global. Pendidik punya peran paling besar untuk menghadapi tantangan tersebut.

Sebagai pemateri ketiga, Anita A Wahid menyampaikan tema “Rekam Jejak Digital dalam Ranah Pendidikan”.

Beberapa risiko yang dihadapi anak di dunia digital yakni tendensi menjadi adiksi, sosialisasi yang tidak terbatas, menyita banyak waktu, tidak ada batasan mengenai nilai-nilai, dan terlalu banyak informasi yang tidak tersaring, serta berada di dunia yang tidak sesuai dengan usianya. 

Sebagai pemateri terakhir, Muslimin menyampaikan materi berjudul “Internet yang Cocok dan Aman untuk Anak di Bawah Umur dan Remaja (Cyberbullying)”.

Salah satu dampak dari penyalahgunaan internet adalah maraknya peristiwa perundungan di dunia maya atau cyberbullying.

“Cara mencegahnya yaitu bedakan candaan atau perundungan, mengajarkan etika bermedia sosial. Bagaimana kalau sudah terjadi? Tenang, abaikan, blokir akun mengganggu, atau kumpulkan bukti dan laporkan,” pungkasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator.

Salah seorang peserta webinar Fajri Warsito bertanya pada Amelia Fitriyanti.

“Bagaimana cara memberitahu anak murid untuk tidak takut untuk menghadapi kegagalan yang mungkin akan mereka lalui di masa depan nanti?” tanya Fajri.

“Biasanya saya mendekati secara personal, kita tanya, bagaimana perasaanmu, kira-kira ada nggak rencana lain yang bisa kita perjuangkan, karena masih ada waktu, misalnya ke SBMPTN atau UNBK ketika UM gagal,” jawab Amelia.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Penulis : Fadli

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...