Jakarta—Ekonom senior dan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli memaparkan masalah dan kegagalan rezim menghadapi tantangannya.
Ia memulai dari trias politika yakni; Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Menurutnya, itu semua sudah tiada lagi.
“Masalah kita hari ini, trias politika sudah tidak ada lagi,” kata Rizal melalui kanal YouTube Dr Rizal Ramli sebagaimana dikutip trotoar.id, Jumat (26/11).
Baca Juga :
- Dinilai Telah ‘Berselingkuh’, Aliansi Rakyat Miskin Kota Desak Ketua DPR RI Mundur Dari Jabatannya
- Saat Petinggi Partai Dorong Penundaan, Rizal Ramli Malah Tawarkan Pemilu Dipercepat Supaya Pimpinan Berganti
- Rizal Ramli Geram ke Gubernur Jateng soal Wadas, Ganjar Pranowo: Tidak Perlu Ditakuti, Tidak Akan Ada Kekerasan
Ini masalah menurutnya, sebab ciri dasar dari negara demokrasi adalah adanya trias politika tersebut. Ketiganya saling mengawasi satu sama lain jika fungsi demokrasi dijalankan.
Namun hari ini, trias politika itu disebutnya telah melebur menjadi klub bola yang dinamakan ‘Oligarchy United’.
“Tetapi hari ini tiga-tiganya (trias politika) udah gabung. Istilahnya penggemar bola, mereka sudah membentuk klub bola ‘Oligarchy United’,” ungkapnya.
Baginya, fungsi trias politika nyaris tidak ada lagi. “DPR yang seharusnya aktif merumuskan anggaran, APBN, dihapuskan kewenangannya pada tahun 2020 sehingga tergantung pemerintah saja,” bebernya.
Ia menjelaskan bahwa hal tersebutlah salah satu penyebab mengapa pemerintah semakin menjadi-jadi dan seenaknya menggunakan anggaran.
“Merumuskan pembiayaan dengan utang yang makin ugal-ugalan,” ungkap Rizal.
Gagal Memulihkan Ekonomi
Kegagalan pemerintah yang lainnya, menurut Rizal adalah gagal memulihkan ekonomi.
“Bukan karena covid, sebelum covid pun ekonomi sudah merosot dengan adanya covid semakin merosot. Dan hari ini kehidupan ekonomi rakyat biasa susah sekali. Rakyat betul-betul kehabisan daya beli,” jelasnya. [Al/trotoar]



Komentar