PINRANG—Buronan terduga teroris yang ditangkap di Jalan Kabupaten Pinrang–Sidrap, Sulawesi Selatan, ternyata kelahiran di Kediri pada, 2 Agustus 1999.
Pria berinisial MSS itu ditangkap lantaran diduga bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terlibat pengeboman Gereja Katedral Makassar pada 28 Maret 2021 lalu.
MSS juga telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak insiden tersebut.
Baca Juga :
Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri kesehariannya bekerja sebagai penjual Siomay di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Dia adalah buronan terduga teroris yang terlibat pengeboman Gereja Katedral di Makassar oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.
Ngontrak di Pinrang
Usai kejadian bom gereja di Makassar, MSS diduga lari ke Pinrang dan menjalani aktivitas di sana.
Ia juga disebut-sebut mengontrak di sana untuk tempat tinggalnya.
Pemilik Rumah Indekos tempat MSS mengontrak, bernama Ayu (34). Dia mengaku bahwa dirinya meminta identitas yang bersangkutan namun beralasan bahwa KTP-nya tertinggal di Makassar.
“Setelah 1 hari menempati kost tersebut, MSS mempunyai gerobak untuk jualan Siomay, dan kami tidak tahu gerobak tersebut asalnya dari mana,” ujarnya di pemilik indekos, Selasa (14/12).
Sebelum ditangkap, ternyata MSS belum cukup sebulan tinggal di indekos yang beralamat di Jalan Tirta Sawitto, Kelurahan Macinnae, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang.
“Kami tidak tahu kalau MSS adalah buronan yang dicari oleh pihak kepolisian, kami sebagai pemilik rumah Indekos tidak tahu juga kalau MSS ditangkap oleh Polisi, kami mengetahui setelah 3 hari kemudian tidak pernah pulang dan tiba-tiba kami didatangi yang mengaku petugas dari Polda dan menanyakan tentang keseharian,” jelas Ayu.



Komentar