PINRANG—Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri kesehariannya bekerja sebagai penjual Siomay di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Dia adalah buronan terduga teroris yang terlibat pengeboman Gereja Katedral di Makassar oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.
Dia berinisial MSS (22 tahun), beralamat di Palie, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang.
Baca Juga :
Pada tanggal, 6 Desember 2021 Pukul 21.20 Wita, di Jalan Poros Pinrang, Kelurahan Laleng Bata, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang.
Kanit Intelkam Polres Pinrang, Aiptu Mukhtar mengatakan bahwa terduga buronan teroris yang terlibat pemboman gereja di Makassar ini yang lari ke Kabupaten Pinrang sehingga dilaksanakan pengejaran oleh Densus 88 anti teror Mabes Polri.
Ia menjelaskan bahwa saat diketahui ciri-cirinya lalu dilaksanakan pengintaian, namun terduga teroris menyamar sebagai penjual Siomay dan terkadang menjual Es Cendol di depan SMP Negeri 2 Palia, Kecamatan Paleteang.
Setelah beberapa hari dilaksanakan pengintaian oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, terduga buronan teroris diikuti dari Palie, Paleteang ke jalan poros Pinrang—Sidrap untuk berjualan Siomay.
“Setelah tiba di ujung jembatan poros Pinrang-Sidrap, terduga buronan teroris langsung dilaksanakan penangkapan oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan langsung dibawa ke Makassar,” ujar Aiptu Mukhtar dalam laporan yang diterima. Selasa (14/12). [Upi]



Komentar