Fakta Kematian Tahanan di Sulsel Penuh Tanda-tanda Kekerasan, Kuasa Hukum: Terlalu Kasar Kalau Kita Bilang Dibunuh

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 17 Desember 2021 19:59

Tangan almarhum Andi Lolo terlihat seperti lebam-lebam, Rabu (15/12) [Dok: Kuasa Hukum Korban/Muh Abduh.
Tangan almarhum Andi Lolo terlihat seperti lebam-lebam, Rabu (15/12) [Dok: Kuasa Hukum Korban/Muh Abduh.

SEORANG tahanan narapidana narkoba bernama Andi Pattololo atau Andi Lolo di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bolangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) meninggal dunia dalam pengawasan kepolisian.

Warga binaan Lapas Bollangi itu meninggal dunia pada Rabu, 15 Desember 2021 lalu.

Kabar tersebut telah disampaikan oleh istri korban bernama Maryam.

Dia mengatakan bahwa dirinya dan suaminya sudah dua tahun lamanya tak bertemu akibat terhalang covid-19.

Namun jalan hidup begitu naas, tuhan berkata lain, Maryam yang penuh kerinduan dengan suaminya itu harus memendam dengan penuh haru. 

Pasalnya, saat ketemu dengan suaminya telah meninggal dunia dengan lebam di tubuh sang suami.

“Sudah dua tahun tidak ketemu [Andi Lolo] selama pendemi, pernah bermohon [untuk ketemu] tetapi tidak diizinkan,” kata Maryam.

Bahkan saat ingin menjemput jenazah suaminya, Maryam dan keluarga pun dilarang melihat mayat Andi Lolo. 

Untuk sekedar mendekat pun keluarga korban dilarang mendekati mayat Andi Lolo, “Kita dilarang untuk mendekat,” kata Maryam.

Saat autopsi, pihak keluarga korban diminta untuk menjauh dan diarahkan untuk ke hotel menunggu.

“Bagaimana ceritanya jenazah suami saya ada di dalam [ruang autopsi] baru saya disuruh ke Hotel,” tuturnya penuh haru.

Luka Lebam di Tubuh Andi Lolo

Andi Lolo nyata meninggal dunia dengan luka lebam di tubuhnya. 

Muh Abduh selaku Kuasa Hukum korban menurutkan bahwa pihak keluarga mempertanyakan kematian Andi Lolo.

Muh Abduh menjelaskan bahwa Andi Lolo ini saat berada di Lapas Bolangi masih dalam kondisi sehat dan tidak ada luka.

Namun setelah dijemput polisi untuk melakukan pengembangan kasus, tubuh korban terdapat luka-luka lebam dan meninggal dunia.

“Pada saat proses perjalanan itulah, kami mendapatkan informasi  bahwa yang bersangkutan [Andi Lolo] telah meninggal dunia,” kata Muh Abduh.

Sehingga kuasa hukum menduga kuat korban telah mendapat kekerasan.

“Terlalu kasar kalau kita bilang dibunuh. Tetapi dugaan kami selaku kuasa hukum bahwa korban mendapat kekerasan karena ada luka lebam di tubuh korban,” tegasnya kepada trotoar.id, Jumat, 17 Desember 2021.

Kepolisian Diminta Bertanggung Jawab

Lebih lanjut, Muh Abduh mempertanyakan bentuk tanggung jawab kepolisian yang menjemput kliennya dari Lapas Bolangi.

“Kami meminta bagaimana bentuk pertanggungjawaban yang dilakukan oleh oknum kepolisian ketika itu terjadi kepada klien kami yang menyebabkan kematian,” bebernya.

Yang pasti, kata Muh Abduh, Andi Lolo dalam kondisi sehat dan tidak ada luka saat dijemput polisi, dan itu dibuktikan dengan foto.

Tetapi setelah keluar dari Lapas Bolangi lalu dibawa oleh polisi, di tubuh Andi Lolo ditemukan luka lebam, hingga meninggal dunia.

“Foto yang kami terima, luka di tangan korban, kemudian di bagian tubuh lain ada lebam yang kami temukan juga di siku dan kuku,” bebernya.

Penulis : Alam / Upi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...