Trotoar.id Makassar –– Survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang memposisikan tingkat keterpilihan Partai Persatuan Pembangunan diangkat 2,7 persen atau di bawah dari ambang batas direspon oleh Wakil Ketua Umum PPP
Amir Uskara mengatakan, setiap pemilu survei PPP memang selalu diposisikan di bawah ambang batas, namun itu berbanding terbalik dengan hasil pemilu yang diraih PPP.
“Hasil survei di setiap Pemilu sejak reformasi PPP tidak pernah di atas PT, selalu di bawah ambang batas PT, tapi hasil pemilu PPP rata 7% kecuali pemilu 2019 yang hanya 4,56% atau berada diatas ambang batas, karena ada kasus dualisme dan musibah ketua umum menjelang pemilu, ” Kata Amir Uskara
Baca Juga :
Dia juga menyebutkan hasil survei yang dikeluarkan lembaga riset merupakan motivasi bagi PPP untuk tetap bekerja dan dane gawal kepentingan masyarakat
Apa lagi dikatakan masih ada waktu 2 tahun enam bulan untuk mengejar ketertinggalan berdasarkan hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga, dan PPP yakin jika semua akan tercapai dengan kerja keras kader.
Buat kami di PPP hasil survei dijadikan motivasi untuk terus berbuat demi kepentingan umat dan masyarakat di semua lini. Apalagi untuk Pemilu masih ada waktu sampai 2024..
“Buat kami di PPP hasil survei dijadikan motivasi untuk terus berbuat demi kepentingan umat dan masyarakat di semua lini.
Apalagi untuk Pemilu masih ada waktu sampai 2024,” Katanya
Amir menambahkan jika PPP saat ini sedang fokus n pada pembenahan struktur internal dan dia yakin jika struktur partai lengkap sampai di tingkat Desa dan lelurahanaka semua akan dapat dicapai dan PPP akan mampu melewati ambang batas Parlemen Threshold sebesar 4 Persen
“Kami saat ini menginstruksikan kepada seluruh DPW dan DPC untuk melengkapi struktur hingga tingkat desa dan kelurahan, dan kami yakin struktur yang dibentuk akan menjadi ujung tombak pergerakan PPP untuk lolos dari ambang batas PT,” Pungkasnya.



Komentar