Trotoar. Id, LUWU UTARA — Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone, Gerakan Berani, Canada, dan Kantor wilayah Unicef untuk Sulawesi dan Maluku menggelar kegiatan pusat pembelajaran sistem rujukan perkawinan anak
Kegiatan yang digelar di aula Hotel remaja, Masamba, di hadirin langsung Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani
Indah berharap dengan sistem yang dibangun dengan penguatan Puspaga, diharapkan dapat terus menekan angka perkawinan dini terhadap anak.
“Kita ingin meningkatkan penguatan Puspaga, apalagi penguatan melalui anggaran sudah ada. Olehnya jangan menunggu kewajiban itu tapi bagaimana agar penguatan ini benar berdampak dalam menekan angka perkawinan anak minimal mencegah perkawinan anak itu sendiri. Namun tentunya ini butuh dukungan dari semua pihak, kita tidak bisa sendiri,” terang Bupati Indah.
Indah melanjutkan, sudah saatnya untuk bagaimana mengkonfirmasikan masalah tersebut, atau pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama, seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menurunkan angka sunting, yaitu konvergensi sunting, dan itu terbukti berhasil dilakukan.
Harapannya, semua pihak ambil bagian atau pro aktif dalam menekan angka perkawinan anak, itu tadi bisa dengan konvergensi.
Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya dan yang paling penting bagaimana kita kemudian bisa menerapkannya di tempat kita masing-masing.
Sekali lagi saya minta, ambil ilmunya lalu pikirkan apa yang bisa dilakukan ditempat masing-masing, bisa jadi ada hal baru yang terbentuk.
“Mari berinovasi, tidak usah kaku, yang penting kita bermaksud untuk menyelamatkan generasi muda kita,” pungkasnya.
Sebelumnya, Konsultan Kantor perwakilan Unicef wilayah Sulawesi dan Maluku, Putu Ayu Widhi Lestari, mengatakan Luwu utara dipilih sebagai salah satu lokasi program penguatan atas special request dari Pemprov Sulsel.
Disamping itu juga, Luwu Utara berhasil menurunkan angka perkawinan anak dari 17% menjadi 12% dalam setahun, di mana untuk daerah lain untuk menurunkan 1% pun masih sulit,” bebernya.
Kegiatan penguatan ini berlangsung 4-5 Januari 2022. Turut hadir Direktur LPP Bone, Ratnawati.




Komentar