GOWA—Ketua DPRD Gowa, Rafiuddin Raping mengakui bahwa minyak goreng memang masih langkah di daerah Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Akan tetapi pihaknya telah berkoordinasi dan menindaklanjuti laporan ini.
“Jadi kami dari DPRD sudah mengkoordinasikan dan menindaklanjuti laporan tersebut,” bebernya kepada trotoar.id, Jumat (4/2).
Baca Juga :
Pihaknya berkomitmen mengawal kelangkaan minyak goreng di Gowa, dan akan terus berkoordinasi ke dinas terkait.
“Jadi memang di lapangan masih terjadi kelangkaan minyak goreng baik di toko modern/retail dan toko tradisional/pasar,” ungkap Politisi PPP ini.
Penyebabnya, kata dia, karena kuota yang diberikan oleh distributor ke toko modern masih terbatas.
“Masih terbatas, hanya 2 sampai 3 dos selang 1 hari,” tuturnya.
Namun dia optimis setelah tindak lanjut ini, dalam waktu dekat 1 atau 2 minggu kedepan kuota minyak goreng di toko retail modern dan toko tradisional/pasar sudah bertambah dan lancar.
‘Sehingga masyarakat sudah tidak perlu lagi risau dan takut tidak mendapatkan minyak goreng,” tutupnya. (*)




Komentar