Makassar, trotoar.id—Sebelumnya diberitakan terkait penemuan diduga rudal oleh nelayan di di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sehingga Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VI (Lantamal VI) Makassar turun memastikan benda tersebut, ternyata adalah Side Scan Sonar.
“Setelah saya amati dari video maupun foto, saya pastikan benda ini adalah Side Scan Sonar,” kata Komandan Lantamal VI, Laksamana Pertama TNI Benny Sukandari melalui Kadis Penerangan Lantamal VI Kapten Suparman, Jumat (18/2).
Baca Juga :
Side Scan Sonar merupakan peralatan atau alat canggih yang dapat digunakan untuk meneliti dan merekam keadaan bawah laut.
“Benda berfungsi untuk meneliti keadaan di bawah permukaan laut, termasuk aktivitas, biodata dan segala kehidupan di bawah permukaan laut,” jelasnya.
Dalam penggunaan alat canggih ini, lanjut Suparman, biasanya dengan menggunakan kabel dari kapal induk yang menariknya.
“Alat ini dioperasikan bukan dengan remot. Jadi kemungkinan, kabelnya putus,” jelas dia.
Belum diketahui siapa pemilik alat buatan Amerika Serikat itu. Tapi, Suparman dapat memastikan, jika alat itu bukan milik TNI AL. Pasalnya alat semacam itu bisa dimiliki baik oleh militer asing, perusahaan swasta asing maupun perusahaan dalam negeri.
“Yang pasti bukan milik TNI AL, kebetulan kami sudah mengecek di armada dan semua alatnya masih lengkap semua. Dan tipe seperti ini, kita belum memiliki,” akunya.
Sebelumnya, nelayan menemukan benda mirip rudal ini saat mencari umpang untuk mancing. Alat ini ditemukan di bibir Pantai Dadang Bila, sebelah selatan, Pelabuhan Benteng Jampea, Rabu (9/2) lalu. Namun, baru melaporkannya kepada petugas, pada Rabu (16/2) kemarin.
Saat ini, alat tersebut telah diamankan di kantor Polisi, sembari menunggu Lantamal mengevakuasinya untuk pemeriksaan lebih lanjut. (*)




Komentar