Makassar, trotoar.id – Penerimaan pegawai di wilayah Pemerintah Kota Makassar melalui program Laskar Pelayanan Publik Integritas (Laskar Pelangi) tuai banyak persoalan.
Pasalnya tidak sedikit yang mengeluh akibat dari pengumuman Laskar Pelangi itu.
Masalah yang paling utama adalah banyak tenaga kontrak yang telah mengabdi puluhan tahun tapi tak lulus di program tersebut.
Baca Juga :
Sehingga ini menjadi momok kesedihan bagi para pegawai yang telah lama mengabdikan dirinya di Pemkot Makassar, salah satunya petugas kebersihan.
Hal itu terlihat usai pengumuman tersebut para petugas kebersihan di kawasan TPA Antang melakukan aksi demonstrasi.
Para pekerja itu protes lantaran kecewa dengan hasil pengumuman yang dikeluarkan Badan Kepegawaian dan Pengelolaan SDM Daerah (BKPSDMD) Makassar.
Ditanggapi oleh Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar Hamzah Hamid.
Menurutnya, hasil seleksi Laskar Pelangi itu dinilai mengesampingkan kinerja para tenaga kontrak yang lama.
Meski begitu, Hamzah Hamid tetap memberi apresiasi dan mendukung kebijakan Wali Kota Makassar untuk dilakukan, tetapi dengan prinsip-prinsip keadilan.
“Sistem seleksi yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sangat keliru. Sebab, tenaga kontrak yang tidak lulus justru mayoritas yang memiliki track record yang baik,” tuturny, Minggu (6/3).
Hamzah mengaku sangat kecewa. Pasalnya, Pemkot Makassar seolah-olah tidak mempertimbangkan kinerja tenaga kontrak di lapangan.
Ketua Fraksi PAN itu menjelaskan bahwa semestinya sebelum mengeluarkan hasil seleksi tersebut terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan SKPD/OPD untuk mempertanyakan siapa-siapa saja tenaga kontrak yang memiliki kinerja baik.
“Sehingga verifikasinya menjadi lebih valid dan punya pertimbangan yang betul-betul fakta,”
Sehingga ia meminta agar Pemkot Makassar mempertimbangkan sejumlah tenaga kontrak yang kinerjanya bagus dan telah lama mengabdi untuk bisa diakomodir kembali.
“Jangan kita putus harapan mereka yang punya harapan panjang,” tegasnya.
Sekedar diketahui bahwa sebanyak 12 ribu peserta dinyatakan lulus seleksi, lengkap dengan lokasi penempatan.
Bahwa jumlah peserta yang ikut seleksi Laskar Pelangi kurang lebih 15 ribu orang.
12.800 diantaranya pegawai lama, dan kisaran dua ribu pelamar baru.
Sedangkan, Wali Kota Makassar hanya menerima 12 ribu tenaga Laskar Pelangi.
Sehingga ada 800-an orang pegawai lama dipastikan tersingkir oleh pelamar baru.
Hamzah Hamid mengaku mendapat laporan dari sejumlah SKPD soal banyaknya tenaga kontrak lama yang tidak lolos seleksi Laskar Pelangi, padahal sudah lama mengabdi di pemerintahan.
“Ini sangat disayangkan ini mestinya syarat kelulusan bukan hanya nilai ujian,” ujarnya.
“Ada yang sudah 17 tahun bekerja dan termasuk tenaga kontrak yang berprestasi juga tidak lulus,” bebernya.
Olehnya itu, Komisi A DPRD Kota Makassar dalam waktu dekat akan memanggil Kepala BKPSDM untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait banyaknya laporan soal polemik hasil seleksi laskar pelangi.
“Insya Allah kita agendakan hari Rabu (9/3/2022). Saya mau minta tenaga kontrak lama penilaiannya jangan disamakan dengan tenaga kontrak yang diterima. Artinya kan ada perbedaan ada nilai tambahnya karena mereka sudah lama mengabdi,” imbuhnya.
Hal ini ditanggapi oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.
Danny memastikan pengumuman hasil seleksi Laskar Pelangi adalah fair, tidak dibuat-buat.
Danny mengatakan, 12 ribu laskar pelangi yang lolos berdasarkan nilai hasil tes.
Ada tiga tahapan tes yang dilalui. Yakni, tes kepribadian, tes pengetahuan umum, dan wawancara.
“Ini kan (sistem) komputer, anggota ku yang sudah tujuh tahun (kerja) tidak lulus. Itu kan artinya fair. Kalau mereka marah, saya lebih marah, karena saya penguasa,” kata Danny, Minggu, (6/3).
“Pemadam kebakaran datang mengeluh, karena tidak ada yang lulus supirnya, bagaimana kalau ada kebakaran. Kemarin di TPA mogok kerja karena tidak lulus. Saya bilang kasi masuk. Saya tanggung jawab,” tegas Danny.
Ia menjelaskan bahwa dirinya melakukan seleksi laskar pelangi karena ingin menertibkan tenaga kontrak, makanya dites untuk diregistrasi.
“Kan 12 ribu total honorer, 4.000 operasional harian 24 jam, itu tidak boleh diganggu. Yang kita butuh 12 ribu administrasi, ini saya akan tertibkan. Khusus yang sekarang kita perpanjang sampai Maret,” jelas Danny.
Sedangkan Laskar Pelangi yang lolos, bakal kembali diuji dengan mencari orang yang belum vaksin untuk divaksin. Mereka yang tak penuhi tugas tersebut maka akan di-cut.




Komentar