Armin Pamerkan 55 Lukisannya di Claro Makassar Terkait Sospol, Ahmad Doli Ambil yang Mengkritik Aktivis Mahasiswa

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 12 Maret 2022 23:27

Ahmad Doli dan Armin. Keduanya orang hebat, dan merupakan politisi Partai Golkar. Terlihat lukisan di samping mereka, lukisan itulah yang diambil oleh Ahmad Doli. (*)
Ahmad Doli dan Armin. Keduanya orang hebat, dan merupakan politisi Partai Golkar. Terlihat lukisan di samping mereka, lukisan itulah yang diambil oleh Ahmad Doli. (*)

Makassar, trotoar.id – Pameran tunggal lukisan karya Armin Mustamin Toputiri di Hotel Claro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi daya tarik sejumlah pengunjung pada Sabtu (12/3/2022).

Salah satunya adalah Ketua Komisi 2 DPR RI, Ahmad Doli Kurnia. Ia mengunjungi pameran lukisan bertajuk “Zoon Politicon” itu bersama politisi Golkar Muhammad Fauzi yang juga legislator Senayan.

Tak hanya datang melihat-melihat selama hampir 30 menit, Doli memutuskan mengangkut satu lukisan.

Doli kepincut memboyong lukisan karya Armin yang berjudul “Demonstruk”. Seperti namanya, Lukisan bergambar megaphone dengan struk pada ujungnya, mengilustrasikan aksi demonstrasi mahasiswa yang cenderung berorientasi pragmatis.

“Saya tertarik dengan ini karena menggambarkan masa depan. Demonstruk ini sebagai kritik terhadap adek-adek mahasiswa yang sekarang dikhawatirkan tidak murni lagi perjuangannya,” ujar Doli sekaligus Ketua Bappilu DPP Partai Golkar, Sabtu, (12/3/2022).

Armin yang merupakan politisi Golkar, memamerkan 55 lukisan bertema sosial politik (Sospol)

.

Di atas kanvas, mantan Anggota DPRD Sulsel itu “mengkritik” perilaku partai politik, kepala daerah dan kondisi sosial yang terjadi di Indonesia.

Menurut Doli, metafora perilaku politik pada lukisan Armin berpangkal dari perilaku mahasiswa yang tidak lagi idealis.

Dia berpendapat, jika suara mahasiswa sudah bisa dibeli, maka hal itu berpotensi mempengaruhi tindak-tanduknya di masa depan.

“Jadi ini (lukisan demonstruk) adalah cikal bakal dari kritik yang ada di sini. Karena mereka yang nanti akan jadi politisi, mereka yang akan jadi pejabat menjadi kepala daerah yang dikritik armin toputiri di lukisannya sekarang,” tutur Doli.

Lukisan Demonstruk karya Armin mengambil latar berwarna hijau hitam. Warna.ini, kata Doli, identik dengan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Doli sendiri dan Armin adalah aktivis HMI saat kuliah.

Latar warna hijau hitam itulah yang semakin membuat Doli Kurnia kepincut memboyong lukisan Demonstruk karya Armin.

“Menariknya, latar warna lukisan ini adalah hijau hitam atau HMI. HMI bagi kami adalah tempat dibesarkan. Jadi ini juga sekaligus kritik yang disampaikan kepada adek-adek supaya jangan sampai begini (demonstruk). Kan yang rusak HMI-nya, organisasinya, Indonesia rusak semua jadi kacau,” tandas Doli.

Kurator pameran lukisan Armin Toputiri, Kuss Indarto juga sependapat dengan Doli Kurnia bahwa lukisan demonstruk tersebut sebagai otokritik terhadap gerakan mahasiswa.

Lukisan demonstruk itu juga menurut Kuss Indarto, adalah hulu dari puluhan karya visual Armin yang dipamerkan hari ini.

“Pak armin saat masih mahasiswa adalah aktivis HMI dan ini relevan. Saya kira apa yang disampaikan Bung Doli, bagaimana sebuah lingkungan dan ekosistem yang dikritik itu berawal antara lain dari sini,” katanya.

“Ketika mahasiswa masih idealis, tapi ketika seudah ada struk-struk di ujung kritiknya, maka kritik itu tidak murni lagi,” pungkas kurator senior ini.

Pameran tunggal lukisan karya Armin Toputiri akan berlangsung hingga 17 Maret 2022.

Armin memamerkan karyanya setelah satu tahun belajar melukis. Pameran ini diorganisir oleh toACCAe Institute. (*)

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...