Sebut Pemindahan IKN Hanya Bisa Dilakukan oleh Orang yang Bercita-cita Besar, Ngabalin: Indonesia Jadi Petahana Surga

Awal Febri
Awal Febri

Senin, 14 Maret 2022 00:26

Tenaga Ahli KSP, Ali Mochtar Ngabalin. (*)
Tenaga Ahli KSP, Ali Mochtar Ngabalin. (*)

Jakarta, trotoar.id – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menyebut Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara adalah cita-cita besar.

Ia menganggap bahwa cita-cita itu sekaligus sejarah besar bangsa Indonesia.

Sehingga, kata dia, yang mampu melakukan semua itu hanyalah orang-orang yang juga memiliki cita-cita besar.

Bahkan, ia menyebut Indonesia adalah petahana surga yang selalu indah untuk dijadikan tempat tinggal.

“Indonesia menjadi petahan surga yang selalu indah dan damai untuk didiami oleh siapa saja. IKN adalah catatan sejarah besar bangsa dan negeri kita, hanya bisa dilakukan oleh orang memiliki cita-cita besar. Selamat kita punya Daerah Khusus Ibukota Nusantara,” tulis Ali Mochtar Ngabalin, kepada trotoar.id, Minggu (13/3).

Sebelumnya, ia menerangkan bahwa gagasan pemindahan IKN ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur adalah bukti keseriusan pemerintah dalam memeratakan pembangunan agar tidak terpusat di Pulau Jawa.

“Sebagian besar APBN hanya berputar di Jawa. Jadi gagasan pertama dan utama dari pemindahan IKN ini adalah agar Indonesia tidak menjadi Jawa sentris,” kata Ali Ngabalin dalam Forum Diskusi daring bertajuk Menakar Peluang dan Tantangan Pemindahan Ibu Kota Negara, Sabtu (29/01/2022).

Hal tersebut bukan tanpa alasan, Pulau Jawa selalu menjadi penyumbang terbesar bagi Perekonomian Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Pulau Jawa mencatatkan angka 57,55 persen untuk besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2021. Ini artinya perputaran ekonomi terbesar terjadi di Pulau Jawa.

Sementara itu, PDB di Pulau Kalimantan tercatat sebesar 8,32 persen, Pulau Sulawesi sebesar 6,98 persen, serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,45 persen.

“Dengan pemindahan IKN ini perputaran APBN, alokasi keuangan, dan kebijakan yang tadinya berpusat di Pulau Jawa dapat bergeser dan merata ke pulau di luar Jawa. Ini akan memutus mata rantai, ‘apa-apa Orang Jawa’,” lanjut Ali Ngabalin.

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Metro22 April 2026 15:07
Gubernur Andi Sudirman Dorong Percepatan Infrastruktur Sulsel Saat Temui Menteri PU
JAKARTA, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan audiensi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, di...
Daerah22 April 2026 15:03
Bupati Luwu Serahkan Santunan Rp223,5 Juta kepada Keluarga Nelayan Bone Pute
LUWU, Trotoar.id — Bupati Luwu, Patahudding, menyerahkan santunan kecelakaan kerja kepada keluarga almarhum Yunus, nelayan asal Kelurahan Bone Pute,...
Politik22 April 2026 13:59
Erwin Aksa dan Bahlil Lahadalia Tunjukkan Keakraban di Peluncuran Buku Sarmuji
JAKARTA, Trotoar.id — Momentum peluncuran buku Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menjadi panggung kebersamaan para elite partai berlamb...
Daerah21 April 2026 19:17
Permudah UMKM, Inovasi “MALOMO” Hadirkan Izin Pangan Cepat dan Gratis di Sidrap
SIDRAP, Trotoar.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menghadirkan terobosan dalam pelayanan publik melalui inovasi bert...